Jual Kulit Macan di Facebook Pria di Jember Ditangkap Polisi

46

JEMBER ,(kabarjawatimur.com) – Akibat berdagang barang kerajinan , seorang petani bernama Mahtuhir Ridho diringkus Satreskrim Polres Jember. Pria berumur 26 tahun warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas ini ditangkap polisi.

Pria tersebut harus berurusan dengan polisi karena barang kerajinan yang dijual berupa kulit dan kepala satwa liar dilindungi. Barang terlarang untuk diperdagangkan itu ditawarkannya kepada pembeli melalui media sosial.

Pelaku terjaring patroli tim Siber Satreskrim Polres Jember, saat melihat unggahan pelaku di Facebook.

“Pemasaran dilakukan secara online melalui facebook, sudah ada beberapa indikasi barang yang sudah laku terjual yang didapat oleh penyidik. Dan sementara masih dilakukan pendalaman untuk nanti bisa diklarifikasi dan dilakukan tindaklanjut oleh penyidik,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat rilis di Mapolres, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga  Sebulan Satreskoba Polres Gresik Ringkus 16 Budak Narkoba dan Puluhan Gram Ganja

Dari tangan pelaku kepala rusa, kepala kijang, kulit macan tutul hitam, kulit macan tutul coklat kuning dan kulit harimau loreng, serta barang kerajian berupa ikat pinggang motif kulit harimau loreng dan macan tutul coklat.

“Barang kerajinan itu, dibuat dari bangkai satwa liar dilindungi, dan tanpa izin dari instansi terkait. Baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Loading...

Untuk mendapat bahan-bahan membuat kerajinan tersebut, kata Hery, pelaku tidak bekerja sendiri.

Diduga ada pelaku lain, sebagai pemburu satwa liar dilindungi dan saat ini DPO.

“Pelaku mengolah atau memproses untuk dijadikan kerajinan atau perhiasan seperti tas yang menggunakan kulit atau kepala dari satwa yang dilindungi itu. Tentunya ada yang memberikan (bangkai) satwa liar yang dilindungi ini kepada yang bersangkutan. Yang saat ini masih dalam tahap pengejaran oleh penyidik,” ulasnya.

Baca Juga  Punya Banyak Potensi, Jember Dapat Apresiasi

Kata Hery, bangkai satwa liar itu berasal dari pulau Jawa.

“Sementara kami mendapatkan informasi dari wilayah Sumatera. Namun tentunya tidak menutup kemungkinan juga, ini didapatkan di sekitar wilayah Jember,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 40 ayat 2, Junto Pasal 21 ayat 2 UUD no 5 tahun 1990 Tentang konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistemnya. Junto peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, nomor P 106 Tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

“Ancaman pidana penjara 5 tahun, dan denda maksimal Rp 100 juta,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPria di Jember Dibacok Orang Tak Dikenal
Artikulli tjetërLima Bulan Kabur, Terpidana Pengadaan Pupuk NPK 60 Ton Dibekuk Kejati Jatim

Tinggalkan Balasan