Sidang ditempat pelanggar PPKM Darurat.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Petugas gabungan giat operasi Yustisi yang berisi anggota TNI, Polri dan Satpol-PP untuk Memperkuat pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Timur.

Sasaran Ops Yustusi ini yakni, kegiatan masyarakat, orang dan tempat. Dari tiga hal itu ditemukan beberapa pelanggaran. Sehingga tim gabungan melaksanakan sidang di tempat yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Tinggi dan jajaran, baik sidang di tempat maupun sidang online.

Jenis pelanggaran yang ditindak selama Yustusi adalah, berkerumun, tidak memakai masker, melanggar aturan terkait dengan pembatasan kegiatan pada jam tertentu, seperti, jam 5 sore masih berjualan dan membuka toko pada tempat yang tidak ditentukan.

Selama Ops berjalan, dari kegiatan Yustisi, petugas gabungan menjaring 32 ribu orang di 18 Kab/Kota yang dilakukan pada hari Kamis kemarin. Sedangkan denda yang diberikan 25-50 ribu. Untuk hukuman sosial yakni, push up dan membantu kebersihan.

Baca Juga  Arena Tarung Ayam di Ploso Jombang Dibakar Petugas

“Tujuan dari ops Yustisi ini yakni meningkatkan kesadaran masyarakat. Mengajak masyarakat agar mematuhi aturan,” kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Jumat (9/7/2021).

Loading...

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menyebutkan, selama PPKM Darurat, TNI AD, AL, AU, mengerahkan personil sebanyak 2.014 untuk seluruh Jawa Timur.

“1.300 untuk 26 Kab/Kota yang masuk level 3, sedangkan 954 orang untuk 12 Kab/Kota yang masuk level 4, mereka memperkuat 4 pilar PPKM Darurat yakni, Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Babinkantibmas,” jelas Pangdam V Brawijaya.

Pasukan ini berasal dari satuan tempur, satuan bantuan tempur, Pangkoarmada II dan dari Lanud Surabaya. Mereka masuk ke kampung yang nantinya memastikan mobilitas di desa berkurang, memastikan keselenggaranya 5M. Dan melaksanakan testing bagi masyarakat di desa.

Baca Juga  7 Karyawan Curi Besi, Diotaki Satpam Gudang

“Jika terkonfirmasi ada yang positif dilanjutkan dengan tracing diharapkan minimal 15 orang yang kontak erat. Dan treadmen, bagi warga desa yang ringan diisolasi mandiri dan diawasi oleh petugas yang bertugas di desa tersebut,” kata Pangdam.

Jika ada gejala segera dirujuk ke RS rujukan, jika mekanisme ini berjalan baik maka diharapkan PPKM Darurat dalam 2 minggu bisa menunjukkan hasilnya.

Tolak ukurnya adalah yang isolasi mandiri berkurang, yang dirawat di RS berkurang dan yang meninggal berkurang dan diharapkan peran serta masyarakat mematuhi prokes.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaAquascape Seni Hias Akuarium Digandrungi Warga Banyuwangi
Berita berikutnyaDua Masjid Besar di Jember Tidak Gelar Sholat Jumat

Tinggalkan Balasan