JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin malam (6/9) kemarin menyampaikan pemerintah resmi memperpanjang PPKM level 2-4 di Jawa dan Bali hingga 13 September 2021.

PPKM sangat berdampak positif terhadap pengendalian wabah Covid-19 di seluruh wilayah kabupaten kota di Pulau Jawa dan Bali. Terbukti beberapa wilayah khususnya di Propinsi Jawa Timur wabah mematikan ini mulai dapat dikendalikan dengan adanya penurunan status PPKM di sejumlah kabupaten kota.

Kabupaten Jember, adalah salah satu wilayah yang dinilai membaik dan kini masuk dalam PPKM Level 2.

Perpanjangan PPKM level 2-4 ini diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 39, 40 dan 41 tahun 2021.

Menyambut kabar baik tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. Disela kegiatan meninjau isolasi terpadu (Isoter) di Hotel Kebonagung, Kecamatan Kaliwates.

Baca Juga  Hindari Sengketa Batas Wilayah Sengketa Antar Desa, Bupati Harus Segera Membuat Perbup

Menyampaikan jika Pemkab Jember akan segera membuat keputusan tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SD dan SMP.

“Alhamdulillah kita bersyukur, Jember sudah masuk level 2. Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh warga Jember yang mulai patuh dan bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan,” kata Hendy, Rabu (7/9/2021).

Loading...

Hendy menjelaskan, berdasarkan instruksi Mendagri. Pada perpanjangan PPKM tersebut, sejumlah kelonggaran bisa dirasakan oleh daerah yang berstatus Level 2. Salah satunya sekolah tatap muka.

“Untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM), segera kita rapatkan di Satgas Covid-19 Jember dengan melibatkan Forkopimda. Kita masih kaji secara mendalam,” katanya.

“Keputusan PTM untuk SD-SMP akan kita keluarkan dalam waktu 2 hingga 3 hari lagi. Kalau untuk SLTA, sudah PTM sejak sepekan yang lalu,” sambung Hendy.

Baca Juga  Dinkes Bocorkan Rahasia Tiga Jurus Mengatasi Stunting di Kota Surabaya

Upaya melakukan kajian soal PTM itu, lanjutnya, Pemkab Jember berupaya untuk mempercepat vaksinasi kepada pelajar SLTA.

Katanya, sudah 24 persen warga Jember yang mendapatkan dosis vaksin lengkap. Kegiatan vaksinasi terus digencarkan, termasuk di kalangan pesantren.

“Seperti yang digelar di Ponpes Rhoudotul Ulum dengan 2.500 dosis. Alhamdulillah antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk vaksinasi. Kita terus fokus ke pelajar juga, sesuai dosis yang ada, agar PTM nanti tetap aman,” ujarnya

“Tetapi kita tetap ingatkan agar prokes jangan sampai kendor. Covid ini sesuatu yang tidak terlihat. Adanya perbaikan level Jember menjadi level 2 itu ada pada aspek penanganannya,” sambungnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaKapolda Jatim Cek Vaksin Drive Thru di Polres Pelabuhan Tanjung Perak
Berita berikutnyaViral Video Bupati Jember Tolong Pemotor Korban Kecelakaan

Tinggalkan Balasan