Jelang Pilbup 2020, Warga Desa Pakel-Banyuwangi Memanas

102

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi tahun 2020, sejumlah warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, nyaris bentrok dengan security perkebunan PT Bumi Sari, pada Sabtu (29/2/2020).

Hal tersebut berawal dari aksi penebangan pohon pisang yang dipicu ulah satpam perusahaan milik Johan Soegondo. Yang diduga secara sepihak menebang pohon pisang milik masyarakat.

“Bagaimana ini kok ditebangi semua (pohon pisang)?,” kata Syamsul Mu’arif, salah satu warga Pakel kepada security PT Bumi Sari.

Kedatangan Mu’arif, ke area kebun diwilayah administrasi Desa Pakel, tersebut bermula dari informasi warga. Dimana sekawanan satpam perkebunan PT Bumi Sari, diduga telah menebangi pohon pisang milik masyarakat.

Dari rekaman video saat Mu’arif mendatangi lokasi, terlihat kedua belah pihak terlibat adu mulut. Para satpam perkebunan berdalih tidak pernah menebangi pohon pisang warga.

“Buktinya mana, iya mana buktinya,” kata MRN, oknum Satpam PT Bumi Sari.

MRN adalah oknum Satpam PT Bumi Sari yang pernah terlibat kasus perkelahian dengan Musaneb, tokoh pemuda Desa Pakel, beberapa waktu lalu. Namun security ini bisa lepas dari jeratan hukum meski lawan duelnya harus menikmati jeruji besi Lapas Kelas II A Banyuwangi.

Baca Juga  Lahan Makin Menyusut, Pemuda Jangan Gengsi Jadi Petani

Didebat MRN bersama rekan-rekannya, nyali Mu’arif tidak ciut. Pantas saja, sejumlah warga Desa Pakel, banyak yang melihat aksi para satpam PT Bumi Sari. Malah ada yang mengabadikan dalam rekaman audio visual.

Loading...

Tak lama berselang, kabar penebangan pohon pisang langsung menyebar. Masyarakat pun berbondong-bondong datang ke area kebun diwilayah Desa Pakel tersebut. Mencegah terjadinya benturan, perwakilan warga melaporkan kejadian kepihak Polsek Licin. Petugas pun langsung menuju lokasi memberi arahan serta menenangkan masyarakat.

Kemarahan warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, ini bukan tanpa dasar. Mereka menilai apa yang dilakukan para security PT Bumisari, sangat sewenang-wenang. Terlebih warga sudah mengantongi surat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Nomor 280/600.1.35.10/II/2018, tertanggal 14 Februari 2018, yang menegaskan bahwa tanah Desa Pakel tidak disewakan atau tidak masuk dalam Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari.

Baca Juga  Road Show Hakordia 2022, KPK Ajak Pejabat Jatim Penguatan Komitnen Anti Korupsi

Serta Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuwangi, No 188/108/KEP/429.011/2019 tentang Penetapan Kelas Kebun Berdasarkan Hasil Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2019. Disitu disebutkan bahwa perkebunan PT Bumi Sari Maju Sukses memiliki luas lahan 1.189,81 hektar terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Dengan kata lain, tanah diwilayah administrasi Desa Pakel, tidak termasuk HGU perkebunan Djohan Soegondo.

“Kami tidak terima atas perbuatan para security PT Bumi Sari, hari ini akan kita laporkan ke Polresta Banyuwangi,” ucap Syaifullah, pemuda Desa Pakel.

Guna mendorong penegakan supremasi hukum, rencananya masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, akan melaporkan sejumlah security PT Bumi Sari. Diantaranya, MSB, MSD, MRN, WKT, NSL,AJ, AN dan HD. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakSMK Mini Sasar Santri Lebih Terampil
Artikulli tjetërKapan Umrah Dibuka..?

Tinggalkan Balasan