Beranda Ekonomi Bisnis Jelang Lebaran, Begini Nasib Penabung KSP Tinara-Banyuwangi

Jelang Lebaran, Begini Nasib Penabung KSP Tinara-Banyuwangi




BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Menjelang lebaran, para penabung di Koperasi Simpan Pinjam Multi Dana Sejahtera (KSP Tinara) yang berpusat di Jalan Raya Rogojampi, masuk Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi terpaksa harus menjerit.

Hal tersebut lantaran nasib tabungan pasca koperasi dinyatakan pailit, mereka langsung berhadapan dengan dampak ekonomi bencana nasional virus Corona (Covid-19). Kini mereka makin terpuruk karena tuntutan kebutuhan lebaran.

“Kami semua menjerit, tidak tahu harus mengadu kemana atas nasib tabungan kami,” ucap Anip Hariyadi, koordinator penabung KSP Tinara, pada Rabu (13/5/2020).

Disebutkan, dalam komunikasi dengan Kurator, Evan Yudhianto, melalui stafnya, Eka, kreditur atau penabung diminta membuat surat penagihan ke Pengadilan Niaga Surabaya. Terakhir tanggal 15 Mei 2020. Dan peminjam diberi waktu untuk melakukan pengembalian hingga akhir Juni 2020.

“Kami semua kebingungan, Kurator juga tidak pernah datang ke Banyuwangi, karena terkendala Covid-19, di sini hanya ada staf,” katanya.

Bocoran dari Kurator, aset KSP Tinara pasca dinyatakan pailit sekitar Rp 30 M. Sedang jumlah uang yang dipinjam masyarakat, belum diketahui pasti totalnya.

“Sebagai orang kecil kami hanya bisa berharap adanya keadilan. Dan kami sangat mengharapkan sebelum lebaran uang tabungan sudah bisa dilakukan pencairan, walau tidak bisa seluruhnya,” tegas Anip.

Dan sebagai pendamping dalam perjuangan, dia bersama ratusan penabung KSP Tinara, berharap kepedulian Pemerintah Daerah Banyuwangi.

“Saya, bersama Ketua dan jajaran pimpinan DPRD Banyuwangi, akan selalu hadir dan siap mendampingi perjuangan masyarakat penabung KSP Tinara,” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto.

Secara pribadi, Michael yang juga wakil rakyat pitra daerah Rogojampi itu menegaskan bahwa kasus pailit KSP Tinara akan dijadikan atensi dewan ke depan. Mengingat banyak wong cilik yang berpotensi dirugikan.

“Koperasi memang menjadi kewenangan Kementerian dan Pemerintah Daerah hanya untuk pembinaan. Namun kami optimis jika elemen pemerintahan kompak, kerugian masyarakat bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada 20 Januari 2020, tiba-tiba keluar putusan Pengadilan Niaga Surabaya, No 76/Pdt.sus-PKPU/PN.Niaga.Sby junto No. 76/Pdt.sus-Pailit/PN.Niaga.Sby, yang menyatakan bahwa KSP Tinara telah pailit.

Padahal, pada bulan Oktober 2019, KSP Tinara yang dikelola oleh Linggawati Wijaya bersama sang suami Budi Hartadi dan keluarga ini masih menerima tabungan Simpanan Berjangka dari masyarakat. Namun sayang, awak media belum bisa konfirmasi kepada Kurator Evan Yudhianto. Termasuk kepada Linggawati Wijaya dan suaminya, Budi Hartadi. (*)

Reporter: Rochman

 




Loading...


Tinggalkan Balasan

TRENDING

Pencairan BLT Desa Bono Tulungagung Diduga Bermasalah, Polisi Segera Periksa

TULUNGAGUNG, (Kabarjawatimur.com) - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Bono, Kecamatan Pakel, Tulungagung sebesar Rp. 600 ribu telah dicairkan. Ironisnya, sejumlah warga mengaku hanya menikmati...

Polisi Jember Juga Amankan Mobil Gerry

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Anggota Sat Reskrim Polres Jember hanya butuh waktu 3 hari untuk mengungkap pelaku pembunuhan Yohanes Satryo Leonardo Gerry atau Gerry. Polisi berhasil...

Usai Adu Jotos, Habib Umar dan Satpol PP Akhirnya Berdamai

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) - Usai adu jotos petugas Satpol PP dengan Habib Umar di Cek Poin PSBB exit Tol Kota Satelite Darmo Kota Surabaya, berujung mediasi...

Habib Umar Assegaf Vs Pol PP, Polisi : Kita Akan Cari Konten Provokasi

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) - Video viral yang mempertontonkan petugas Satpol PP baku jotos dengan pria berpakaian serba putih layaknya seorang Habib, di media sosial memasuki babak...
Loading...