Jelang Lebaran, Begini Nasib Penabung KSP Tinara-Banyuwangi

416
Tampak depan kantor pusat KSP Tinara, di jalan Rogojampi-Banyuwangi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Menjelang lebaran, para penabung di Koperasi Simpan Pinjam Multi Dana Sejahtera (KSP Tinara) yang berpusat di Jalan Raya Rogojampi, masuk Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi terpaksa harus menjerit.

Hal tersebut lantaran nasib tabungan pasca koperasi dinyatakan pailit, mereka langsung berhadapan dengan dampak ekonomi bencana nasional virus Corona (Covid-19). Kini mereka makin terpuruk karena tuntutan kebutuhan lebaran.

“Kami semua menjerit, tidak tahu harus mengadu kemana atas nasib tabungan kami,” ucap Anip Hariyadi, koordinator penabung KSP Tinara, pada Rabu (13/5/2020).

Disebutkan, dalam komunikasi dengan Kurator, Evan Yudhianto, melalui stafnya, Eka, kreditur atau penabung diminta membuat surat penagihan ke Pengadilan Niaga Surabaya. Terakhir tanggal 15 Mei 2020. Dan peminjam diberi waktu untuk melakukan pengembalian hingga akhir Juni 2020.

Baca Juga  Awas! Warga Banyuwangi Langgar 'Prokes' Bakal Diburu Mobile Hunter Covid-19

“Kami semua kebingungan, Kurator juga tidak pernah datang ke Banyuwangi, karena terkendala Covid-19, di sini hanya ada staf,” katanya.

Bocoran dari Kurator, aset KSP Tinara pasca dinyatakan pailit sekitar Rp 30 M. Sedang jumlah uang yang dipinjam masyarakat, belum diketahui pasti totalnya.

“Sebagai orang kecil kami hanya bisa berharap adanya keadilan. Dan kami sangat mengharapkan sebelum lebaran uang tabungan sudah bisa dilakukan pencairan, walau tidak bisa seluruhnya,” tegas Anip.

Loading...

Dan sebagai pendamping dalam perjuangan, dia bersama ratusan penabung KSP Tinara, berharap kepedulian Pemerintah Daerah Banyuwangi.

“Saya, bersama Ketua dan jajaran pimpinan DPRD Banyuwangi, akan selalu hadir dan siap mendampingi perjuangan masyarakat penabung KSP Tinara,” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto.

Secara pribadi, Michael yang juga wakil rakyat pitra daerah Rogojampi itu menegaskan bahwa kasus pailit KSP Tinara akan dijadikan atensi dewan ke depan. Mengingat banyak wong cilik yang berpotensi dirugikan.

Baca Juga  Pasar di Banyuwangi Jadi Sasaran Operasi Masker

“Koperasi memang menjadi kewenangan Kementerian dan Pemerintah Daerah hanya untuk pembinaan. Namun kami optimis jika elemen pemerintahan kompak, kerugian masyarakat bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada 20 Januari 2020, tiba-tiba keluar putusan Pengadilan Niaga Surabaya, No 76/Pdt.sus-PKPU/PN.Niaga.Sby junto No. 76/Pdt.sus-Pailit/PN.Niaga.Sby, yang menyatakan bahwa KSP Tinara telah pailit.

Padahal, pada bulan Oktober 2019, KSP Tinara yang dikelola oleh Linggawati Wijaya bersama sang suami Budi Hartadi dan keluarga ini masih menerima tabungan Simpanan Berjangka dari masyarakat. Namun sayang, awak media belum bisa konfirmasi kepada Kurator Evan Yudhianto. Termasuk kepada Linggawati Wijaya dan suaminya, Budi Hartadi. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...

Tinggalkan Balasan