Jelang Akhir Tahun, Target Pendapatan BPPKAD Gresik Tembus 85 Persen

23
Kepala BPPKD Nuri Mardiana bersama jajarannya saat ngobrol santai bersama anggota KWG di ruang rapat BPPKAD Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik melaporkan capaian target pendapatan yang tembus 85 persen pada jelang akhir tahun 2021.

Kepala BPPKAD Gresik Nuri Mardiana mengatakan, perhitungan pendapatan itu tercatat hingga 28 Desember 2021. Yang mana, dari target pendapatan sebesar Rp 835 miliar sudah tercapai Rp 714 miliar.

“Meski di tengah situasi pandemi, target pendapatan di BPPKAD Gresik jelang tutup tahun 2021 ini sudah mencapai 85 persen atau sekitar 714 miliar,” ujarnya saat ngobrol santai bersama Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Rabu (29/12/2021).

Dia lalu merinci sejumlah sektor pendapatan, diantaranya sektor pajak perhotelan dari target awal sebesar Rp 10 miliar, tercapai 7,9 miliar atau 79 persen. Lalu pajak restoran dari target Rp 26 miliar, tercapai Rp 20 miliar, atau 77 persen.

Baca Juga  Jalin Sinergitas dengan Ulama-Umaro, Kapolres Magetan Ajak Jaga Kamtibmas

Selanjutnya pajak hiburan dari target Rp 1 miliar tercapai Rp 407 juta atau 40 persen, pajak reklame dari target Rp 5 miliar tercapai Rp 3,8 miliar, atau 76 persen, pajak penerangan jalan dari target Rp 225 miliar tercapai Rp 223 miliar atau 99 persen.

Loading...

“Untuk pajak parkir dari target Rp 6 miliar tercapai Rp 4,2 miliar atau 70 persen, pajak air tanah dari target Rp 1,2 miliar tercapai Rp 1,3 miliar atau 108 persen, pajak mineral bukan logam dan batuan dari target Rp 4,8 miliar tercapai Rp 2,1 miliar atau 45 persen,” ungkapnya.

Adapun untuk pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB2P), dari target Rp 130 miliar tercapai Rp 131 miliar atau 101 persen. Lalu target bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dari target Rp 426 miliar tercapai Rp 319 miliar atau 75 persen.

Baca Juga  Jalan Protokol Sebagai Acuan Besaran Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Bojonegoro

“Kondisi pandemi sangat berpengaruh besar terhadap capaian sektor pendapatan, lantaran terjadinya pelemahan ekonomi. Makanya ada sejumlah sektor pendapatan yang targetnya tak terpenuhi,” paparnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BPPKAD Gresik Herawan Eka Kusuma menyebutkan sejumlah kendala tak tercapainya target yang disebabkan dampak pandemi. Seperti halnya pajak hiburan dikarenakan tak buka beberapa bulan.

Hal serupa terjadi pada pajak perhotelan. Dampak pendemi membuat okupansi tamu hotel turun. Bahkan, hotel tak ada tamu sehingga pendapatan tak memenuhi target.

“Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir, sehingga perekonomian kembali pulih. Tentunya akan berdampak positif pada pendapatan,” imbuhnya.

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Berita sebelumyaKemenkumham Jatim Gagalkan 22 Penyelundupan Narkotika ke Lapas dan Rutan di Tahun 2021
Berita berikutnyaKorinda Aprilliya Sabet Predikat Baik

Tinggalkan Balasan