Jamasan Gong Kyai Pradah, Tradisi Bulan Maulud di Blitar yang Masih Dilestarikan

64

BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Kabupaten Blitar memiliki warisan budaya turun temurun yang masih dilestarikan hingga kini.
Warisan budaya tersebut adalah jamasan Gong Kyai Pradah atau Siraman Kyai Pradah. Agenda ini digelar setiap tahun bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

Jamasan atau siraman gong Kiai Pradah adalah tradisi memandikan gamelan berupa gong yang digelar di alon-alon Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan bangsa sebagai warisan leluhur. Jamasan gong Kiai Pradah juga dipercayai sebagai salah satu upacara adat yang akan mendatangkan kesejahteraan dan pembawa keberuntungan bagi warga sekitar.

Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso Memgatakan, Siraman gong Kiai Pradah ini biasanya akan dibanjiri ribuan orang dari berbagai daerah. Mereka berebut cipratan air bekas siraman gong Kiai Pradah yang diyakini membawa berkah. Namun karena pandemi, dua tahun ini kegiatan siraman gong Kiai Pradah digelar terbatas.

Loading...
Baca Juga  Biasa Beraksi di Merr juga Kenjeran Surabaya, Dua Begal Dibekuk

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya diberi kesempatan untuk ikut serta dalam Jamasan gong Kiai Pradah atau Siraman Kiai Pradah yang digelar setiap tahun sekali atau bertepatan dengan Peringatan Hari Keagamaan Maulud Nabi Muhammad SAW atau tanggal 12 Rabiul Awal,” ujarnya, (21/10/2021).

Meski digelar sederhana, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat; semua unsur dalam upacara tetap dilakukan dengan khidmat. Hingga memasuki acara puncak siraman gong.

“Namun pelaksanaan kegiatan ini masih dilakukan secara terbatas dan sederhana dengan tetap mengedepankan anjuran protokoler kesehatan dengan ketat. Mengingat, pandemi Covid-19 belum usai sehingga digelar minimalis agar tidak mengundang kerumunan massa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tradisi lokal ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2017 lalu.

Baca Juga  Pendidikan Akhlak Sebagai Perioritas MTs Plus Nabawi Kedungadem

Penetapan ini didasarkan pada proposal yang diajukan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar, dan Pemprov Jatim pada pemerintah pusat di tahun 2016 silam. Setelah melalui berbagai kajian, akhirnya Kemendikbud pun menyetujui usulan ini. (*)

Reporter: Gilang Bahtiar

Loading...
Artikulli paraprakDinas Kelautan dan Perikanan Jatim Gelar Acara Buyers Meet Sellers
Artikulli tjetërSosok Mayat Tergeletak Arah Masuk Tol di Perak

Tinggalkan Balasan