Jam Malam di Surabaya, Pulang atau Tes Urine

2917
Polisi bubarkan gerombolan yang nongkrong tidak jelas

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Perwali kota Surabaya nomor 33 membatasi kegiatan diatas pukul 22.00 WIB, guna mencegah penyebaran Virus Corona Covid-19.

Jajaran Polrestabes Surabaya juga bergerak cepat bersama pemerintah untuk menyadarkan masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

Kali ini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya ambil peran dalam memberikan imbauan dan sosialisasi agar masyarakat lebih peduli terhadap dirinya dan lingkungannya selama pandemi ini.

Dipimpin Kanit Idik I dan II, AKP Raden Dwi Kennardi dan Iptu Danang Eko Arbianto, dengan berpakaian preman menyasar gerombolan pemuda yang masih nekat nongkrong melebihi pukul 24.00 WIB, dibeberapa tempat.

Tak hanya memberikan imbauan dan sosialisasi, polisi juga menerjunkan mobil urine test narcotic police, guna mengidentifikasi kemungkinan para pemuda itu mengkonsumsi narkotika.

Baca Juga  Satu Pelaku Tawuran Dinoyo Ditangkap

“Sini coba julurin lidah,” ujar salah satu petugas berpakaian APD untuk mrlakukan swab liur menggunakan alat khusus untuk mengetahui apakah pernah mengkonsumsi narkoba.

Sementara itu, AKP Raden Dwi Kennardi yang akrab disapa Ken mengatakan,kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Satresnarkoba Polrestabes Surabaya untuk wagra kota Surabaya.

Loading...

Kewajiban polisi ada ditengah masyarakat untuk mengingatkan, mengimbau dan membentuk kesadaran serta tanggung jawab bersama untuk berperan menekan angka sebaran Covid 19 di kota Pahlawan.

Saat ini Polisi tidak hanya ungkap narkotika saja, itu prioritas namun ada hal lain yang sebenarnya kerap kita lakukan yakni melakukan tes urine atau swab narcotic di tempat-tempat yang kami curigai.

Baca Juga  Sopir Vanessa Dipindahkan Ke Lapas Jombang, Tahanan Pengadilan

“Tentunya juga dengan menyisipkan imbauan atau peringatan kepada masyarakat yang bandel dan abai pada protokol kesehatan,” jelas Ken, Sabtu (15/8/2020).

Salah satu pemuda bernama Dodik, yang didatangi petugas terlihat kalut dan gelagapan saat polisi melakukan penggeledahan.

Dodik bahkan sempat pingsan dan terpaksa dibopong oleh petugas dan rekannya karena mengaku takut saat polisi menghampirinya.

Pemuda 19 tahun itu lantas dilakukan tes swab narcotic untuk mengetahui apakah dalam pengaruh narkotika atau pernah mengkonsumsinya.

“Hasilnya negatif akhirnya kita pulangkan dan dihimbau jangan keluar malam yang gak jelas,” tutup Kenn. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaXL Axiata Kolaborasi Bersama Kemen PPPA Dukung Perempuan Pelaku Usaha Mikro
Berita berikutnyaDemokrat Banyuwangi Kantongi Dua Kandidat Cabup, Antara Ipuk dan Yusuf

Tinggalkan Balasan