Jalan Raya di Kota Malang Terlihat Jorok dan Kumuh, Apa Penyebabnya ?

93
Jalan Terusan Sulfat, Sawojajar jalur alternatif penghubung perbatasan Kab. Malang dan Pemkot Malang.

MALANG, (Kabarjawatimur.com) – Para pengguna jalan raya yang biasa memilih jalur alternatif depan Pom Bensin Sawojajar II pasti akan melintasi jalan ini. Jalan yang berjarak 1 KM merupakan jalur perbatasan penghubung antara Kecamatan Mangliawan, Kabupaten Malang dengan Kelurahan Sawojajar Pemkot Malang.

Ada pemandangan yang jarang ditemui di berbagai sudut di Kota Malang yang identik selalu bersih dan asri. Disepanjang Jalan raya ini justru tampak kumuh dan jorok, disana sini banyak sampah berserakan, rumput kering yang makin meninggi bahkan buangan bekas bangunan merusak fungsi trotoar.

Namun Kondisi ini terkesan seperti dibiarkan begitu saja oleh instansi terkait. Padahal pada saat ini Pemkot Malang sedang memerangi persoalan sampah di tahun 2019.

Hasil pantauan awak media di lokasi ternyata kondisi jalan ini tidak sekedar urusan persampahan tetapi juga menyisahkan banyak polemik yang tidak kunjung usai sejak tahun 1994.

Baca Juga  Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

Akibatnya berdampak terhadap keresahan masyarakat setempat terutama bagi penghuni Perumnas di kelurahan Sawojajar. Warga berharap ada ketegasan dari Pemkot Malang untuk segera menyelesaikan persoalan site plan dan status jalan raya yang kabarnya masih berkutat soal yuridis yaitu pihak Pemkot Malang, Pemkab Malang dan Pihak Perumnas.

Loading...

Seperti dikeluhkan warga setempat Ketut mengatakan sudah 20 tahun menetap di perumahan Sawojajar yang letak lokasi rumahnya tepat disisi jalan raya.

“Kami sering memergoki orang dari luar Sawojajar yang tidak segan-segan membuang sampah seenaknya disepanjang jalan ini,” kata Ketut, pada Sabtu (16/11/2019).

Sementara itu, soal status jalan raya, sebenarnya berawal di tahun 1994 tentang rencana Pemkot Malang menambah keindahan kota namun hingga saat ini makin tidak jelas dan terbengkalai.

Baca Juga  Pemotor Tiba Tiba Terjatuh dan Meninggal Dunia

“Bisa dilihat jejaknya seperti adanya bekas pondasi yang siap dibangun disepanjang parit disisi tepi jalan tersebut dipertanyakan juga tentang mandeknya pembangunan Jalan kembar yang terbentang mulai dari arah Barat pom bensin hingga titik ujung sebelah Timur,” jelasnya.

Masyarakat sudah berupaya bahkan sudah dibicarakan di tingkat musrenbang kelurahan namun hingga kini usulan itu tidak pernah membuahkan hasil karena terkendala siapa sebenarnya pihak yang paling bertanggung jawab atas fasilitas jalan umum ini.

Namun, di sepanjang jalan itu banyak berdiri baner reklame perusahaan terkenal yang notabenenya sudah membayar pajak Tentu yang paling di untungkan pihak pemkot malang.

Akan tetapi justru pihak pemkot kurang pro aktif dalam persoalan ini. Hingga berita ini ditulis pihak Pemkot belum bisa dikonfirmasi oleh Kabarjawatimur.com. (*)

Reporter: Tony

Loading...
Artikulli paraprakJBS Resmi Dibentuk, Joko Prasetyo: Siap Bersinergi dengan Pemerintah
Artikulli tjetërGandeng PT. BSI, Pelajar SD di Banyuwangi Dilatih Edukasi Tanggap Bencana

Tinggalkan Balasan