Jadi Pilot Project, Mendes PDTT Tinjau BUMDESMA Bungah Mandiri Gresik

93

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Bungah Mandiri Gresik menjadi salah satu pilot project (proyek percontohan) nasional pengelolaan keuangan dana bergulir Eks UPK PNPM Mandiri dengan pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Guna mengetahui kondisi di lapangan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar akhirnya meninjau BUMDESMA Bungah Mandiri yang telah berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas) ini.

“BUMDESMA ini menjadi salah satu pilot project dari Eks UPK PNPM Mandiri. Ini akan kita kembangkan seluruh Indonesia. Saat ini kami mengambil pilot project di Bungah Gresik ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Menteri ini, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga  Penurunan Kemiskinan dan Infrastruktur, Bojonegoro Lampaui Kabupaten Sekitar

Dia menyebut BUMDESMA ini hadir setelah keluarnya UU Cipta Kerja. Nantinya seluruh BUMDESMA akan didorong untuk mendirikan PT LKM (Lembaga Keuangan Mikro) sehingga bisa mengelola keuangan dana bergulir dengan didampingi OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Loading...

“Lah itu nanti BUMDESMA ini akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang sangat kuat dan memiliki kapasitas memadai sesuai standar OJK,” ungkapnya.

Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir yang hadir dalam kesempatan itu menambahkan, saat ini belum ada regulasi terkait BUMDESMA sehingga pemerintah daerah belum mempunyai kewenangan.

“Regulasi di daerah belum ada, mungkin nanti kami bahas gimana agar pemda bisa punya kewenangan di sana,” ujarnya.

Baca Juga  Jalan Desa Panti Semakin Kuat dengan Memanfaatkan Limbah Batubara

Sementara itu, Direktur BUMDESMA Bungah Mandiri M Yasin mengatakan, saat ini aset yang dimiliki mencapai Rp8,1 Miliar. Angka ini naik berkali-kali lipat karena pada 2014, aset hanya Rp2,2 Miliar.

Yasin menyatakan, dia tak menyangka lembaganya masuk 7 besar terbaik se-Indonesia sehingga menjadi percontohan. Hal ini patut disyukuri.

“Kami bersyukur menyingkirkan ratusan BUMDesma di Jatim, kami terus berproses. Kita tunggu operasional dari OJK sehingga kami bisa segera beroperasi dan melayani masyarakat dalam usaha simpan pinjam,” pungkasnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakBerjaket Ojol, Tembak Mati Juragan Rongsokan, Pelaku Dibayar Rp 100 Juta
Artikulli tjetërPenadah dan Pencuri Motor Digulung Polisi Surabaya

Tinggalkan Balasan