Jadi DPO Kasus Cabul, Izin Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Dicabut

73
Petugas Brimob menuju Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso dalam upaya penangkapan

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)-Dalam proses upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur, kasus pencabulan dan dinyatakan DPO. Petugas Polisi nampak masih berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso.

Polisi melakukan upaya jemput paksa terhadap MSAT yang menjadi tersangka kasus pelecehan seksual dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Upaya ini dilakukan setelah polisi cukup lama menangani kasus ini.

Ratusan personel gabungan Polres Jombang dan Polda Jawa Timur serta pasukan Brimob dikerahkan untuk mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyah, tempat DPO berada, Kamis (7/7/2022). Hingga Kamis sore, polisi belum berhasil menangkap tersangka pencabulan santriwati.

Aparat menyisir tempat persembunyian Bechi dan menggeledah beberapa lokasi di dalam pesantren. Polisi memeriksa semua kamar, makam, bahkan hingga ke toilet.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga  Bakul Bakwan Punya Kerja Sampingan, Membuatnya Ditangkap Polisi

Melalui Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono yang mengatakan, nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah sudah dibekukan.

“Sebagai Regulasinya, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” jelas Waryono.

Loading...

Menurut Waryono, tindakan tegas ini diambil karena salah satu pemimpinnya, Moch Subchi Azal Tsani (42) alias Bechi alias MSAT merupakan DPO Polda Jatim dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santrinya.

Dalam upaya penangkapan, pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap MSAT.

Waryono mengatakan pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama.

Baca Juga  Aksi ke Empat Korban Cewek, Jambret ini Dibekuk

“Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” tambah Waryono.

Saat ini, pihak Kemenag akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta sejumlah pihak. Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa para santri tetap bisa melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

Yang tak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan anak kiai Pesantren Shiddiqiyyah, MSAT sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah.(*)

Reporter: Eko

 

Loading...
Artikulli paraprakPemerintah Wajibkan Vaksin Booster, Binda Dampingi Dinas Kesehatan Jember Gelar Vaksinasi Serentak
Artikulli tjetërDanrem 082/CPYJ Beri Ucapan Selamat bagi Para Siswa Bintara Polri di SPN Polda Jatim

Tinggalkan Balasan