Ipuk Fiestiandani Bakal Siapkan Galery Pamer Perupa Banyuwangi

34
Lukisan Ka'bah

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Gelaran Culinary Festival & Art Show yang digelar oleh para pelukis bersinergi dengan pelaku bisnis pariwisata sukses digelar. Puluhan lukisan berhasil dikoleksi oleh kolektor.

Salah satunya adalah Calon Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Pasangan Cawabup Sugirah ini, menilai kegiatan yang kolaborasi antara perupa dan pelaku wisata, sangat bagus ditengah pandemi COVID-19 ini.

Ipuk Fiestiandani Azwar Anas memilih satu lukisan Ka’bah, karya dari Estika.Lukisan berukuran 100×120 sentimeter itu diboyongnya untuk menjadi pajangan di rumahnya.

Menurutnya, gelaran Culinary Festival & Art Show merupakan bentuk kegiatan yang sangat bagus di tengah pandemi. Kegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat ini, mampu memberikan ruang bagi perupa di Banyuwangi untuk terus berkarya.

“Tentu dengan kolaborasi ini bisa menjadi manfaat bagi para perupa untuk terus berkarya. Karya lukis mereka bisa diadopsi oleh kolektor,” katanya kepada wartawan, Jum’at (30/10/2020).

Setiap tahun, kata Ipuk, Pemkab Banyuwangi memberikan fasilitas berupa kegiatan pameran. Namun hal itu perlu ditingkatkan dengan memberikan ruang khusus pamer bagi perupa Banyuwangi. Ruang yang luas ini bisa dimanfaatkan bagi perupa, untuk menyalurkan inspirasi melalui kanvas.

“Tentu kedepan kita bisa siapkan ruang khusus pamer yang tentunya akan bisa menjadi tempat bagi pelukis berkarya ataupun menjual produk mereka. Kolektor juga mudah untuk mencari lukisan. Bahkan kami punya rencana memfasilitasi para pelukis Banyuwangi untuk berpameran di luar kota, seperti di Bali dan Surabaya. Jadi biar pasar pelukis Banyuwangi semakin berkembang,” tambahnya.

Baca Juga  Pencairan Program BPNT di Desa Bayu-Songgon Diduga Tidak Melalui Agen Resmi

Selain itu, pihaknya mendorong kolaborasi tak hanya dilakukan dengan pengusaha hotel dan restoran saja. Namun juga dengan destinasi wisata yang ada di Banyuwangi.

“Kita ingin ada keterlibatan pihak destinasi wisata. Kita beri ruang kegiatan para perupa di destinasi. Misal di Pantai Pulau Merah, Alas Purwo hingga TWA Kawah Ijen,” tambahnya.

Loading...

Ipuk Fiestiandani mengaku memiliki lima program untuk pengembangan seni lukis di Banyuwangi ke depan. Pertama, meningkatkan frekuensi pameran lukisan di Banyuwangi serta memfasilitasi pameran di luar; mewajibkan setiap kantor perusahaan, pemerintah, hotel, dan investasi baru di Banyuwangi untuk membeli lukisan dari pelukis asli Banyuwangi; bantuan alat untuk menunjang kreativitas para pelukis; penyelenggaraan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pelukis, terutama pelukis muda.

“Namanya katakanlah Akademi Lukis. Kami memang sudah menyiapkan akademi seni-budaya untuk para seniman. Salah satunya tentu Akademi Lukis. Jadi para pelukis senior Banyuwangi kami fasilitasi kelas untuk mementori para pelukis muda. Bahkan, jika teman-teman pelukis berkenan, kami bisa gelar workshop pelukis senior dari luar kota atau dosen seni rupa nasional untuk tukar ilmu dengan pelukis Banyuwangi,” papar alumnus Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Baca Juga  Aduh! Mau Diperiksa Lurah Petamburan Jakarta Positif Covid

Ipuk Fiestiandani menambahkan, langkah kelima yang akan diambil adalah memperkuat program regenerasi seniman. Di Banyuwangi saat ini sudah ada program beasiswa Banyuwangi Cerdas yang salah satunya adalah beasiswa belajar kesenian di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo. Ke depan, itu akan ditingkatkan.

“Jadi anak-anak muda yang mau belajar kesenian, termasuk seni lukis, bisa dijembatani beasiswa ke ISI yang ada jurusan kesenian tersebut,” pungkasnya.

Selain Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, lukisan para perupa Banyuwangi juga di bohong oleh puluhan kolektor yang ada di Banyuwangi. Diantaranya, David Wijaya Djoek, Suhartatik dan Ketua Hipmi Jatim, Mufti Anam.

Salah satu pelukis, Windu Pamor mengucapkan terima kasih kepada kolektor yang telah memboyong lukisan karya warga Banyuwangi. Dirinya berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar agar perupa Banyuwangi bisa terus berkarya di tengah pandemi COVID-19.

“Tentu ini menjadi penyemangat kami dalam berkarya. Kami harap ajang ini terus bisa berlangsung lebih sering lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan