Ipuk Apresiasi Kelompok Wanita Tani di Jambewangi Sempu

75
Ipuk Fiestiandani

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengapresiasi kelompok wanita tani, Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Di tengah pandemi Covid 19, kelompok ini mampu berdayakan warga utamanya ibu-ibu rumah tangga untuk memulihkan ekonomi dengan budidaya tanaman utamanya anggrek.
Ipuk mendatangi dan melihat langsung pelatihan ibu-ibu di desa ini budidaya anggrek, Sabtu (7/11/2020) kemarin.

Salah satu pionernya adalah Rohimah. Perempuan berusia 45 tahun tersebut, merupakan salah satu yang terdampak dari pandemi.

Rohimah awalnya memiliki usaha tour and travel. Namun sejak masa pandemi, usahanya itu terpuruk karena tidak ada lagi ada order.

“Kebetulan keluarga saya ada yang hobi merawat bunga anggrek. Saat usaha saya sepi, saya banting setir belajar dan menggeluti budidaya anggrek,” kata Rohimah.

Pilihan Rohimah ternyata tepat. Di masa pandemi yang memaksa orang lebih banyak di rumah, membuat berkebun menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu di rumah.
Hanya dalam waktu tiga bulan, ternyata usahanya membuahkan hasil.

Banyak pesanan bibit bunga anggrek tidak hanya dari Banyuwangi, namun berbagai kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Malang, dan lainnya.

Baca Juga  Cabuli Pelajar 17 Tahun Dengan Modus Ajak Main Game, Pelaku Gagahi 3 Kali

Di pekarangan rumahnya, Rohimah terdapat sekitar 7000 bibit anggrek. Ada 27 jenis anggrek yang dikembangkan, seperti dendro, catleya, bulan, tanah, anggrek hutan dan lainnya.

Rumahnya yang berada di kaki gunung Raung cocok menjadi lokasi budidaya anggrek.
Banyaknya pesanan, membuat Rohimah mengajak warga sekitar yang mayoritas juga terdampak pandemi untuk ikut budidaya anggrek.

Bersama kelompok wanita tani Raung Orchid, dia melatih warga dan memberikan bibit anggrek secara gratis.

Loading...

Dia menitipkan bibit anggrek untuk perawatan dan pembesaran dalam pot ke tetangga. Terdapat ribuan bibit anggrek yang dititipkan pada warga sekitar. “Selain mendapat upah, mereka juga bisa ikut menjual anggrek,” terangnya.

Rohimah dan warga kampungnya kini mulai serius membudidayakan anggrek. Kampung ini kini dibantu laboratorium dari Malang untuk pengembangan varietas anggrek.

”Kami ingin kampung ini menjadi pusat edukasi anggrek. Bahkan saya ingin kampung ini menjadi kampung anggrek,” tambah Rohimah.

Siti Fatimah, ketua kelompok wanita tani, mengatakan selain anggrek, ibu-ibu di sini juga dilatih budidaya buah naga dan sayur-sayuran lainnya secara organik.

Baca Juga  Diguyur hujan abu vulkanik, PMI Jember Bagikan 500 Masker

“Kami berharap Bu Ipuk terpilih menjadi Bupati Banyuwangi. Karena Bu Ipuk memiliki program Dasawisma yang cocok untuk mengembangkan perekonomian keluarga seperti kelompok kami,” kata Fatimah.

Sementara Ipuk mengapresiasi apa yang dilakukan kelompok ini. Menurutnya, salah satu program kerjanya adalah pemberdayaan dasawisma seperti yang dilakukan kelompok ini.

”Untuk pemulihan ekonomi masa pandemi, kami fokus ciptakan pertumbuhan inklusif, yang merata, yang membuka lapangan kerja, yang padat karya, yang memberi kesempatan berusaha seluas-luasnya untuk warga,” paparnya.

Ipuk mencontohkan, disiapkan bantuan permodalan untuk usaha berbasis Dasawisma, sehingga ekonomi daerah benar-benar punya daya tahan karena semakin banyak warganya yang memiliki usaha ekonomi produktif.

”Perekonomian juga lebih merata, dari kampung-kampung bakal lahir kelompok usaha produktif yang menyejahterakan warga. Seperti yang dilakukan oleh kelompok wanita tani di Desa Jambewangi ini,” jelas Ketua Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Banyuwangi tersebut. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakJanda Cantik Adik Kakak di Surabaya Dibekuk Polisi, Begini Ceritanya
Artikulli tjetërBagi-Bagi Paspor Gratis Imigrasi, Membuat Kesan Tersendiri bagi Warga Cilegon

Tinggalkan Balasan