Inovasi Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Project dalam Kurikulum Merdeka

3

Oleh
Nur Hidayati*)

Sidoarjo (Kabarjawatimur.com) Guru adalah sosok yang menjadi panutan bagi seluruh peserta didik. Keberadaannya sebagai jantung pendidikan yang tidak bisa dimungkiri.

Keberadaan seorang guru tidak hanya sekedar mengajar dan menyampaikan materi akademik saja di sekolah, akan tetapi kehadirannya diharapkan mampu menerapkan berbagai metode pendekatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Penerapan metode pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. Dalam kurikulum merdeka, model pembelajaran yang diterapkan adalah berbasis project.

Hal ini sesuai dengan implementasi dari kurikulum merdeka pada setiap jenjang pendidikan. Setiap jenjang Pendidikan akan membagi kegiatan pembelajarannya menjadi dua, yakni kegiatan intrakurikuler dan kegiatan berbasis project.

Model pembelajaran berbasis project (Project Based Learning) menjadi salah satu model pembelajaran yang mengedepankan pemanfaatan penyusunan project sebagai aktivitas atau kegiatan inti dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena model pembelajaran berbasis project (Project Based Learning) dalam prosesnya senantiasa memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan mulai dari eksplorasi, observasi, interpretasi hingga pada kegiatan penilaian dalam rangka untuk memperoleh pengetahuan baru, keterampilan baru, hingga pada sikap sosial yang menjadi bekal kehidupannya di masa depan.

Baca Juga  Koni Bangkalan Evaluasi Cabor Tak Penuhi Target Porprov

Penilaian pembelajaran berbasis project ini tidak hanya dilihat dari menciptakan menciptakan lingkungan belajar yang seru dan menyenangkan bagi seluruh peserta didiknya saja, akan tetapi diharapkan mampu membantu guru maupun peserta didik untuk mengembangkan karakter dan keterampilan agar tujuan pembelajaran lebih bermakna.

Karakter Pembelajaran Berbasis Project

Pembelajaran berbasis project memeiliki karakter khusus. Berikut dapat disampaikan beberapa ciri utama dari penerapan pembelajaran berbasis project.

Loading...
  1. Kegiatan pembelajaran terfokus kepada peserta didik.
    Kegiatan tersebut bisa dimulai dari aktivitas pertanyaan, tantangan hingga pada persoalan-persoalan yang bisa diteliti, dianalisa, dan dicari solusi terbaiknya.
  2. Peserta didik akan melakukan kegiatan refleksi pembelajaran secara berkala.
    Hal ini dilakukan, tentunya untuk mengetahui apa yang telah diketahui, apa saja yang telah dipahami, dan apa saja yang telah dilakukan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

  3. Guru mengajukan permasalahan kepada peserta didik.
    Kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran berbasis project adalah memberikan atau mengajukan permasalahan yang terjadi di lingkungan nyata kepada peserta didik. Hal ini dilakukan agar peserta didik berani merancang serta menyampaikan seluruh ide project yang dilakukan dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru kepada peserta didik.

  4. Kegiatan pembelajaran lebih terfokus pada keterampilan, dan kemampuan berfikir secara kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif.
    Untuk mencapai 4C (Kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif) maka peserta didik secara berkelompok akan berusaha memecahkan permasalahan yang disampaikan guru.

  5. Peserta didik Menyusun rancangan hasil project secara teratur dan sistematis.
    Dalam proses pembelajaran berbasis project, peserta didik bersama dengan kelompoknya diharapkan mampu menyusun rancangan hasil project secara teratur dan sistematis secara standar terkait apa yang telah dilakukan dalam memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru.

  6. Penilaian pembelajaran berbasis project.
    Hasil akhir dari pelaksanaan proses pembelajaran berbasis project adalah dengan melakukan penilaian. Penilaian secara kualitatif dengan mempresentasikan masalah dan pelaksanaan penelitian, metode Analisa, proses pengerjaanproject hingga menyampaikan hasil dari project yang telah dibuat atau disusun oleh peserta didik.

Baca Juga  Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air, Pemkab Bojonegoro Bagikan 10 Juta Bendera

Untuk memberikan kemudahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran berbasis project, maka telah ditentukan adanya beberapa tema yang bisa diterapkan oleh guru dan peserta didik. Tema tersebut terdiri atas Bangunlah jiwa dan raganya, berekayasa dan berteknologi untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, Kearifan Lokal, Kewirausahaan, dan Suara Demokrasi.


*) Penulis adalah guru mata pelajaran Akidah Akhlak
MTsN 4 Sidoarjo Jawa Timur

Loading...
Artikulli paraprakHasil Rombeng untuk Kulakan, Belum Terjual Dibekuk Polisi

Tinggalkan Balasan