Inilah Kenapa Komunitas Pemuda Sumberagung Pro Investasi PT BSI

Ketua Kompas, Slamet Riyanto alias Ryan (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Komunitas Pemuda Sumberagung (Kompas), Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, optimis dengan keberadaan PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Pasalnya, operator tambang emas di Bumi Blambangan tersebut banyak membawa kemajuan dan pemerataan pembangunan.

Ketua Kompas, Slamet Riyanto menyampaikan bahwa, sejak berdiri tambang emas, banyak perubahan positif sektor pembangunan dikampung halamannya. Diantaranya pemasangan LPJU sebanyak 36 titik mulai dari ruas jalan Desa Sumberagung sampai Desa Sumbermulyo. Dan itu dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“PT BSI telah memberi manfaat kepada masyarakat ring 1, dan itu bisa dirasakan,” ujarnya, pada Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, pembangunan yang sangat memberi kesan pada masyarakat juga termasuk perbaikan portal dijalan masuk Desa Sumberagung. Padahal sebelumnya kondisi portal sangat tidak layak dan cukup berbahaya bagi pengguna jalan.

Warga pun sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke pemerintah daerah dan belum mendapat respon. “Pembangunan pun itu dibiayai PT BSI,” jelasnya.

Disamping masih banyak lagi pembangunan infrastuktur lain, Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSI, juga diakui memiliki peranan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena juga menyasar bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan.

Berbagai manfaat yang telah diterima dan dirasakan kalangan wong cilik itulah yang membuat Rian bersama puluhan anggota Kompas, selalu menjaga hubungan baik dengan pihak PT BSI.

Loading...

“Kompas ada di Sumberagung untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Dari latar belakang itulah, pemuda yang juga artis lokal Bumi Blambangan ini bersama anggotanya, beberapa kali terlihat pasang badan terhadap situasi yang berpotensi merugikan masyarakat. Salah satunya ketika terdapat gerombolan warga yang melakukan penghadangan terhadap kendaraan logistik PT BSI seperti di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Rabu malam kemarin (4/3/2020).

“Kami hanya ingin suasana masyarakat disini kondusif, kami tidak menghalangi aksi protes kelompok masyarakat lain. Tapi kami berharap aksi bisa dilakukan ditempat yang tidak mengganggu aktivitas warga lainnya,” tandasnya.

Ryan Kompas sapaan Slamet Riyanto mengatakan, aksi di pertigaan Lowi dinilai akan mencoreng hubungan baik Kompas dengan PT BSI.

Disebutkan, selama ini komunitas yang bermarkas di RT 1, RW 1, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran ini memang sering berkolaborasi dengan perusahaan tambang emas anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk. Khususnya dalam program mendorong percepatan pembangunan, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat harus bisa memahami bila ingin mendapatkan CSR PT BSI memang harus melalui prosedur dan tahapan administrasi. Dan tidak mungkin bantuan secara personil bisa didapatkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumya5.001 GTT di Jember Belum Terima Honor
Berita berikutnyaEnding Lagu ‘Corona’, Label Siap Cabut Re-Upload di Medsos

Tinggalkan Balasan