Ini Trik yang Dilakukan UNEJ agar Radikalisme Tak Meluas di Kampus

40
Akhmad Munir

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Bibit radikalisme telah lama masuk di kampus. Salah satunya di kampus Universitas Jember. Ketua Tim Pemetaan Pemikiran Kebangsaan, Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter dan Ideologi Kebangsaan (P3KIK) LP3M UNEJ Akhmad Munir menjelaskan pihaknya telah melakukan pemetaan sejak tahun 2017.

“Pemetaan dilakukan diawali pada tahun 2017. Berdasarkan instruksi bahwa ada case (kasus) mahasiswa kita ini (Unej) ditangkap Desus 88,” jelas Akhmad Munir.

Pemetaan ini menurut Munir dilakukan untuk melihat potensi atau benih-benih pandangan radikal mahasiswa di bidang keagamaan khususnya keislaman.

“Karena tujuan dan penggunaannya yang bersifat terbatas bagi internal UNEJ maka pimpinan LP3M pernah memerintahkan kepada saya untuk tidak mempublikasikan pemetaan ini ke pihak luar baik seluruhnya maupun sebagian. Dan perintah itu saya turuti sampai pagi ini,” jelas Munir.

Baca Juga  KPK Periksa Pejabat Pemkab Jember

Pemetaan itu bersifat internal dan khusus untuk lembaga dan demi perbaikan kelembagaan dalam perspektif kampus kebangsaan, maka pihak LP3M menjadikan hasil pemetaan internal itu untuk ditindaklanjuti ke dalam agenda-agenda yang sudah telah dilaksanakan.

“LP3M adalah ujung tombak dalam pelaksanaan agenda-agenda tersebut,”katanya

Loading...

“Serangkaian agenda yang sudah dilaksanakan, yaitu, pengembangan kurikulum PAI yang berorientasi pada keseimbangan perspektif keislaman dan kebangsaan, seperti: tema teologi kebangsaan, demokrasi dan HAM dalam Islam, dan sebagainya,”lanjutnya.

Agenda kedua yang telah dilakukan pihak LP3M adalah penguatan kapasitas SDM dengan melibatkan organisasi islam yang berprinsip moderat. Agenda lainnya yang juga sudah dilaksanakan antara lain agenda penataan dan pembinaan masjid kampus. Serta laboratorium pesantren dengan membina langsung mahasiswa oleh para Kyai berpaham ahlussunnah wal jamaah.

Baca Juga  Bupati Bangkalan Serahkan Bantuan Insentif Guru Ngaji dan Madin 6 Bulan Sekaligus

Pihak LP3M juga memberikan konseling keislaman yang oleh Dosen-dosen PAI dengan tujuan agar mahasiswa memegang prinsip moderatisme islam. Intinya semua agenda bermuara pada pengarusutamaan moderatisme islam ahlussunnah wal jamaah.

Munir juga menegaskan hasil pemetaan menyebutkan adanya 22% mahasiswa telah terpapar radikalisme. “Pemetaan ini tidak dimaksudkan untuk mengeneralisir prosentase dari seluruh mahasiswa Universitas Jember,” katanya.

“Pemetaan ini lebih menekankan untuk memotret potensi atau benih-benih pemikiran keagamaan khususnya keislaman yang ada di Universitas Jember. Dari pemetaan inilah berbagai kegiatan sebagaimana tersebut di atas dilaksanakan sebagai upaya untuk mencegah potensi itu berkembang lebih jauh,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...

Tinggalkan Balasan