Ini Tanggapan KPI Soal Video Pelecehan Seksual di JFC Jember

252

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Viralnya video berdurasi sekitar 30 detik aksi cabul seorang pria kepada wanita di depannya, mendapat tanggapan serius dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jember, Jawa Timur, Senin (5/8/2019).

Diketahui dari video tersebut, menampilkan adegan seorang pria agak tambun berpakaian warna putih bergaris dan bercelana warna biru, yang berpura-pura mengambil gambar menggunakan ponsel miliknya dengan tangan kanan, sementara tangannya yang sebelah kiri menggosok-gosokkan kemaluan, untuk kemudian didorong ke arah pantat wanita di depannya.

Wanita yang ada dalam video tersebut, berpakaian dan bercelana warna hitam kombinasi kuning, dan menggunakan masker juga berwarna kuning. Sontak video yang sampai ke KPI Jember itupun mendapat tanggapan serius.

Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

Menurut Ketua KPI Jember Sutipah, tindakan amoral seperti itu, tidak seharusnya divideokan dan disebar.

“Seharusnya orang yang memvidio (merekam video) itu, kemarin langsung ditangkap. Karena dia kan sudah punya bukti,” kata Sutipah saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya.

Loading...

“Nah kalau disebar disemua sosmed, takutnya kena undang-undang penyebaran konten porno,” sambungnya.

Sutipah yang mendapat video itu, mengaku resah dan prihatin, karena wanita menjadi obyek negatif.

“Bahkan patut diduga, si pengambil video dengan pelaku pria di dalam video itu saling kerjasama untuk memviralkan. Ini tidak benar dan harus ada tindakan tegas,” katanya.

Sehingga KPI Jember sebagai organisasi perempuan, adalah untuk memberikan sosialisasi.

Baca Juga  Belasan Poket Didapat Polisi dari Rumah Semolowaru

“Agar pada semua perempuan untuk lebih berhati-hati dan tidak menjadi korban amoral seperti itu. Kalau ada yang tahu, segera tangkap pelaku dan serahkan ke pihak keamanan,” tegasnya.

Bahkan jika ditempat umum seperti itu, katanya, harusnya langsung mendapat perhatian.

“itu kan di ruang publik. Sepertinya saat pagelaran JFC kemarin. Sehingga kita desak pihak berwajib mencari pelaku dan menangkapnya. Jangan terjebak pernyataan! Pada korban misalnya tentang pakaian yang dikenakannya,” tandasnya.

Reporter: Rio
Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakKabar Tapanuli : Siswa SMK Ditemukan Tewas Diduga Diperkosa.
Artikulli tjetërPecah Kaca Mobil Kembali Terjadi, Barang Berharga Warga Surabaya Lenyap

Tinggalkan Balasan