Ini Tanggapan DPRD Bojonegoro Terkait Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan

3

Bojonegoro, (kabarjawatimur.com) – Rapat paripurna DPRD Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten dilaksanakan di ruang rapat Paripurna DPRD kabupaten Bojonegoro, Rabu (08/06/2022). Rapat gabungan DPRD dan Pemkab Bojonegoro tersebut membahas tentang Raperda Dana abadi pendidikan berkelanjutan.

Anggota DPRD Sutikno dari fraksi PKB menyampaikan, bahwa raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan merupakan usulan baru dari Pemkab Bojonegoro. Nanti, pihaknya bakal mengusulkan perubahan Propemperda 2022. Juga akan ada usulan satu lagi berupa perubahan raperda berbau retribusi atau pajak.

“Nanti akan ada perubahan dua raperda itu yang akan dimasukkan ke dalam perubahan propemperda 2022,” ungkapnya.

Dilanjutkanya, perubahan propemperda masih menunggu proses evaluasi dari Gubernur Jawa Timur. Apabila sudah disetujui, perubahan propemperda diputuskan di rapat paripurna.

Baca Juga  Berangkatkan Calon Jemaah Haji, Bupati Titip Doa Untuk Lamongan

“Kemudian ditindaklanjuti membentuk pansus (panitia khusus) untuk membahas raperda tersebut,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri juga menyampaikan, bahwa terkait raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan yang berupa beasiswa S-1, S-2, dan S-3 sudah bagus. Namun, ia berharap Pemkab Bojonegoro juga mendata jumlah anak putus sekolah SMP dan SMA.

Loading...

“Jadi diharapkan dana abadi tersebut juga mampu memberikan subsidi kepada siswa tidak mampu,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto menyarankan, agar dana abadi pendidikan berkelanjutan dibahas secara matang. Khususnya dalam hal pengelola dana abadi tersebut apakah perlu dikelola secara khusus semacam badan layanan usaha daerah (BLUD) atau cukup dikelola bendahara umum pemkab.

Baca Juga  Penyampaian Jawaban Eksekutif Bupati Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD Lamongan

“Perlu pembahasan lebih matang lagi perihal pengelola dana abadi, agar akuntabilitasnya bisa optimal,” saranya.

Donny Bayu Setiawan menilai draf raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan sudah bagus dan legislatif menyambut baik serta sepakat atas usulan tersebut, namun dari sisi konten masih terlalu ringkas. Jadi perlu dijabarkan lebih detail, kalau perlu Pemkab Bojonegoro berkoordinasi dengan kabupaten lain sebagai daerah penghasil migas.

“Jadi diharapkan produk raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat Bojonegoro,” harap anggota komisi B DPRD tersebut. (*)

Reporter: Aziz.

Loading...
Artikulli paraprakBupati Bojonegoro Serahkan 93 SK PPPK Guru Pada Tahap II

Tinggalkan Balasan