Ini Surat Harapan Pemuda Banyuwangi Kepada Kepala Desa Terpilih

Muhammad Iqbal Maulana, alumni Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Sukorejo-Situbondo, asli kelahiran Banyuwangi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Moment Sumpah Pemuda. Salam sejahtera bagi Bapak atau Ibu Kepala Desa (Kades) terpilih di Banyuwangi, Jawa Timur. Semoga kabar baik senantiasa mewarnai hari-hari yang indah.

Tak begitu lama Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak terlaksana. Ada yang kembali bertahta, ada juga yang enyah. Karena memang seperti itulah panggung dunia yang penuh sandiwara, tak melulu ada di atas namun juga ada di bawah.

Untuk yang mulai ataupun kembali berkuasa, saya sebagai pemuda dan tepat hari ini, pada Senin 28 Oktober 2019 adalah Hari Sumpah Pemuda, pada moment ini saya hanya ingin menyampaikan sebuah suara yang selama ini kami redam dan mungkin senantiasa terbungkam oleh ketidak adilan.

Kami ingin menyampaikan berbagai macam asprasi yang mungkin berarti. Meskipun menurut kalian kami hanyalah anak masih dini hari, meski sebenarnya kami adalah nama yang sering kali di ucapkan dan di harapkan. Namun kepada kamilah mimpi besar Bangsa Indonesia diletakan sangat rapi dan sopan.

Tanggal 9 Oktober kemarin adalah hari kemenangan bagi kalian, kami juga turut berperan untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya pemilihan.

Ada yang sangat menarik dan patut kita renungi bersama, karena di bulan inilah sebenarnya sejarah membawa kita pada kemenangan yang sebenar-benarnya. Di tanggal 1 Oktober kita memiliki hari Kesaktian Pancasila, di tanggal 22 Oktober kita memiliki santri-santri pejuang yang begitu luar biasa pengabdiannya kepada Negara.

Dan tanggal 28 ini juga pemuda dari seluruh Indonesia berkumandang tentang persatuan. Jadi benarlah di bulan ini kemenangan kalian menjadi sumpah yang harus dipertanggung jawabkan.

Loading...

Sebagai pemuda yang senantiasa diharapkan, kami juga memiliki banyak harapan yang sangat penting untuk sebuah kemajuan, untuk sebuah perubahan, dan kemaslahatan.

Layaknya sebaris visi-misi yang kalian tuliskan kami juga menyampaikan aspirasi yang patut direalisasikan. Banyak dari masing-masing Desa yang memiliki potensi, dari sudut tradisi, seni, budaya dan pariwisata.

Saya yakin semua tidak sama dan berbeda. Namun secara sadar terkadang banyak pihak yang mengabaikan dan lebih memilih sebuah keuntungan yang itu semua hanya menjadi prioritas kalangan tertentu yang dapat menikmati hasilnya. Sementara rakyat yang telah mengeluarkan suara dan berlumur tinta terkadang harus berpeluh dan susah payah untuk bisa sejahtera.

Tak heran jika banyak hal yang mempengaruhi apabila keburukan itu terjadi, tak hanya pemimpin namun nama baik Desa juga turut tercemar jika salah satu rakyat melakukan suatu kejahatan dhohir maupun batin. Itu semua terjadi karena kesejahteraan yang tidak lagi diprioritaskan.

Sangat kami harapkan apabila para Pemenang Kepala Desa yang terpilih lebih peka lagi untuk melihat kebawah, lebih peka lagi untuk bisa merubah lebih baik dan lebih semangat lagi untuk bisa menjadi pemimpin terbaik, seperti yang diajarkan oleh junjungan besar kita baginda islam yang telah mewariskan tradisi bermusyawarah untuk menentukan suatu keputusan yang lebih baik, serta selalu lapang dada dan mudah memaafkan.

*Penulis adalah Muhammad Iqbal Maulana, alumni Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Sukorejo-Situbondo, asli kelahiran Banyuwangi.
*Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, dan bukan menjadi bagian tanggungjawab redaksi Kabarjawatimur.com

Loading...
Berita sebelumyaMaster Net Ploso, Langganan Polres Tanjung Perak Tangkap Pelaku Judi
Berita berikutnyaAdam Rusydi: Selamat Hari Sumpah Pemuda

Tinggalkan Balasan