Ini Penyebab Suhu Dingin yang Melanda Banyuwangi

156
Agus, warga asal Banyuwangi merasakan mengeluhkan kedinginan. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Bagi masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir pasti merasakan suhu yang begitu dingin. Cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi dalam seminggu kedepan.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Anjar Triono Hadi mengatakan, penyebab terjadinya suhu dingin yang melanda wilayah Banyuwangi tersebut dikarenakan pertumbuhan awan yang sedikit, sehingga panas yang diterima oleh bumi dari pagi hingga sore akan terlepaskan kembali ke atmosfir.

Menurutnya, penurunan suhu udara yang drastis berakibat suhu menjadi lebih dingin dari hari biasanya. Selain itu, karena angin onsun dari Australia bertiup begitu kuat juga menambah dingin suhu udara di Bumi Blambangan.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Banyuwangi Terapkan WFH dan Batasi Operasional Pertokoan

“Untuk cuaca di bulan Agustus ini khususnya Banyuwangi masuk musim kemarau. Dimana masyarakat merasakan suhu dimalam hari terasa sangat dingin dibanding dengan hari biasanya,” kata Anjar Triono Hadi, kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Loading...

Sebenarnya, masih Anjar Triono Hadi, lumrah terjadi di musim kemarau. Kenapa? karena di musim kemarau pertumbuhan awan di siang hari lebih sedikit. Jadi sinar matahari banyak di serap oleh bumi.

Sedangkan, lanjutnya, pada malam hari itu sinar matahari yang diserap oleh bumi itu keluar lagi dengan maksimum hingga suhu di malam hari itu terasa sangat dingin.

“Untuk suhu di Banyuwangi sendiri, mininum 23 sampai 24° C. Bahkan, ini masih normal dibanding rata-rata yang kita hitung pada 30 tahun lalu,” jelasnya.

Baca Juga  Beberapa Cafe Ternama di Surabaya Buka Saat Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Bekerja

Sebagai informasi, untuk musim dingin ini, diperkirakan selesai sampai musim penghujan datang. Karena musim hujan ada transisi, banyak perubahan pertumbuhan awan sampai bulan September.

“Dan, bulan September memasuki musim pancaroba. Sedangkan, bulan Oktober sudah masuk musim penghujan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan