Ini Jumlah Klinik Rapid Test Berizin Versi Dinkes Banyuwangi

105
Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol Laut (P) Eros Wasis bersama petugas gabungan saat melakukan sidak. (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi mendata klinik dan fasilitas kesehatan (Faskes) yang memiliki ijin rapid test antigen di wilayah Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi tak lebih dari lima.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono. Data ini bermanfaat untuk calon penumpang kapal dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk agar selektif memilih lokasi rapid test

“Untuk klinik yang beroperasi di wilayah Ketapang dan telah memiliki ijin operasional hanya Klinik Anugerah dan Lanal,” tegas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, Rabu (21/7/2021) kemarin.

Baca Juga:Dinkes Banyuwangi: Penutupan Klinik Rapid Tes Inisiatif Danlanal

Klinik Anugerah dan Lanal beroperasi di luar area Pelabuhan ASDP Ketapang. Lokasinya tak jauh dari kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang maupun Tanjungwangi. Menurut dr Rio panggilan akrabnya, selain dua itu ada faskes yang memiliki ijin operasional berada di dalam Pelabuhan ASDP Ketapang.

Baca Juga  Duh! Oknum Anggota DPRD Banyuwangi Gelar Hajatan saat PPKM

Baca Juga: Diduga Melanggar Aturan, 10 Klinik di Banyuwangi ‘Disidak’ Satgas Covid-19

Loading...

“Di dalam Pelabuhan ASDP Ketapang terdapat Sun Life dan Shinta. Nggak tahu Kimia Firma masih apa nggak. Untuk yang didalam pelabuhan menjadi kewenangan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan),” terangnya.

Klinik Anugerah dan  Lanal, lanjut Rio, sudah terdaftar di Dinkes Banyuwangi sebagai fasilitas kesehatan sesuai ijin operasional di Ketapang. Adapun faskes lain yang beberapa waktu lalu disidak sebetulnya telah memiliki ijin. Hanya saja lokasi operasionalnya tak sesuai.

“Sesuai permintaan Danlanal agar ditertibkan sesuai ijin area operasional,” lanjutnya.

Lalu bagaimana nasib faskes di luar area Pelabuhan Ketapang yang ditutup karena area ijin operasionalnya tak sesuai. Secara gamblang dr Rio menegaskan masih ada peluang.

Baca Juga  Seruan Demo 24 Juli di Grahadi Sepi

“Kalau ada yang ingin melayani rapid tes antigen (di Ketapang) harus mengurus ijin operasional di wilayah itu,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, tim gabungan dari TNI AL, Dinkes, Polairud dan sejumlah pihak lain menggelar razia klinik maupun laboratorium yang melayani rapid test swab antigen di kawasan Pelabuhan Ketapang pada Sabtu lalu (17/7/2021). Dalam aksi itu ditemukan kurang lebih 10 faskes yang diduga ijin operasionalnya tak sesuai. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaMenkumham Perluas Pembatasan Orang Asing, Termasuk Pekerja Asing Tak Bisa Lagi Masuk Indonesia
Berita berikutnyaKepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara Sandi Andaryadi Mengucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61

Tinggalkan Balasan