Ini isi Surat Wasiat Korban Gantung Diri di Surabaya

97

SURABAYA, Kabarjatim.id
Diduga tak kuat menanggung beban hidup, pria di Surabaya ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri.

Korbannya, Hendrik Bambang Suwito (36) warga Lebo Agung I / 47-D Surabaya, tewas setelah menggantung dengan seutas tali tampar pada, Minggu 24 Februari 2019, sekira jam 06.45 WIB.

Dugaan jika korban ini tak kuat menanggung beban hidup, itu diketahui sebelum tewas korban meninggalkan surat wasiat yang ditulis pada secarik kertas.

Dalam tulisan surat wasiat tersebut korban menitipkan rumahnya kepada kakak serta meminta maaf kepada seluruh keluarga jika korban meninggal secara gantung diri.

Kali pertama yang mendapati korban ini tewas di yakni Kakak korban bernama Presylia Angel.

Loading...
Baca Juga  Bupati Bojonegoro Hadiri Deklarasi Jejaring Panca Mandala

Sebelum kejadian korban tinggal di Lebo Agung I/47-D Surabaya sendirian, kemudian mengirim pesan melalui WA ke kakak korban.

Dalam pesan melalui WA, korban mengatakan jikalau rumahnya di Lebo Agung tidak dikunci dan korban juga membuat surat wasiat meminta maaf serta agar menjaga rumah.

Ketika tiba dirumah korban, kakaknya mengetahui korban sudah gantung diri diruang garasi dengan menggunakan tali tampar plastik warna biru.

Begitu melihat korban gantung diri kemudian Presylia berusaha untuk menolong dengan memotong tali tampardengan pisau.

Namun korban diam saja dan tidak ada gerakan selanjutnya memberitahukan kepada warga sekitarnya dan juga melapor ke kantor Polsek Tambaksari.

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik membenarkan kita ada warga yang tewas dengan cara gantung diri.

Baca Juga  Dari Pengedar Barang Jalan Kunti, Polisi Amankan Puluhan Poket Siap Edar

Petugas langsung mendatangi dan memberi Police line di TKP serta melakukan olah TKP bersama Tim Inafis.

“Kita juga akan meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian untuk mengetahui penyebab,” kata Didik , Minggu (24/2/2019).

Setelah di evakuasi, petugas membawa korban ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan Otopsi jenazah. (Eko)

Teks foto : Korban dan surat wasiat.

Editor : Budi

Loading...
Artikulli paraprakEdarkan Sabu Super dari Madura, Sadek Terancam 20 Tahun Penjara
Artikulli tjetërBeginilah Cara Dokter Akmarawita Kadir Dekati Warga RW I Gunungsari

Tinggalkan Balasan