Ini Alasan Pemkot Surabaya Bebaskan Pengunjung KBS Tanpa Rapid Test

7
Pengunjung KBS di libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 tidak wajib Rapid Test

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Menindak lanjuti pemberitaan tentang pengujung Kebun Binatang Surabaya (KBS) bisa masuk lokasi wisata tanpa harus terlebih dahulu mengantongi surat keterangan Rapid Test. Hal tersebut terungkap dari keterangan Agus Supangkat selaku Humas KBS, Selasa (29/12/2020) lalu.

Bila dibandingkan dengan wisata umum atau alam di beberapa daerah Sekitaran Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mempunyai label zona Merah atau orange, semuanya menerapkan selain prokol kesehatan ketat dengan 3M (mencuci tangan, mengunakan masker dan menjaga jarak), tapi juga pengujung wisata sebelum masuk wajib mempunyai surat keterangan Rapid test dengan hasil non reaktif.

Berbanding terbalik dengan wisata di Surabaya yaitu KBS, bagi pengujung saat akan masuk lokasi wisata tidak diwajibkan menunjukkan surat keterangan Rapid test hasil non reaktif. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Agus Supangkat pada Minggu (27/12/2020) lalu.

“Untuk pengujung KBS tidak wajib menunjukkan hasil Rapid tes, sesuai anjuran Disbudpar Surabaya dan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga  Cabuli Pelajar 17 Tahun Dengan Modus Ajak Main Game, Pelaku Gagahi 3 Kali

Dengan keterangan yang telah dilontarkan oleh Agus Supangkat dengan mencatut nama Disbudpar Surabaya dan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya, pihak kabarjawatimur.com mencoba konfirmasi kepada Kepala Disbudpar Surabaya Antiek Sugiarti, namun belum ada jawaban resmi.

Karena belum ada jawaban resmi dari Antiek Sugiarti Kepala Disbudpar Surabaya, sehingga Agus Supangkat humas KBS mencoba memberikan penjelasan kondisi omset yang selama ini dialami.

Loading...

Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan tempat wisata satwa yang di kelolah oleh perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya dan diawasi oleh Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Surabaya.

Selama masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 mengalami penurunan omset yang sangat drastis. Terbilang pada bulan Maret hingga Juli 2020, KBS tidak diperbolehkan beroprasional.

Dan kembali beroperasional sejak tanggal 27 Juli 2020, namun hingga terhitung pada bulan Desember 2020 animo pengujung ternyata menurun hingga 60 persen bila dibandingkan jumlah pengujung pada tahun 2019.

Baca Juga  Bawa Ratusan Miras, Pasutri di Surabaya Berurusan dengan Polisi

“Karena pengujung KBS yang mengalami penurunan hingga 60 persen sehingga pihak Disbudpar Surabaya dan gugus tugas Covid-19 Surabaya memberikan kelonggaran dengan tidak menerapkan Rapid test hanya 3M,” akui Agus Supangkat, Selasa (29/12/2020).

Dengan tidak mewajibkan pengunjung mengantongi Rapid test saat akan berwisata di KBS, pemerintah Surabaya mempunyai harapan untuk pengujung bertambah dan memulihkan perekonomian pemerintah Surabaya.

Hal terebut juga diutarakan oleh Agus Supangkat selama pandemi Covid-19 untuk pembiayaan makanan bagi satwa dan sumber daya manusia (gaji karyawan) bisa teratasi meski mengunakan biaya cadangan namun hal tersebut akan ada masa waktunya.

“Karena biaya cadangan sudah menipis maka kita berkoordinasi dengan Pemerintah kota Surabaya dengan cara menggenjot pengunjung agar meningkat dengan hanya menerapkan 3M saja,” tutupnya.

Reporter: Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakResidivis Curanmor Dilumpuhkan Polisi Banyuwangi
Artikulli tjetërOperator Tambang Emas Kembali Bantu Alat Ventilator pada Satgas Covid-19 Banyuwangi

Tinggalkan Balasan