Ingkari Janji, Pabrik Mie Sedap Didemo Warga Sukomulyo Gresik

5816

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Puluhan warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menggelar aksi demo di depan pabrik Mie Sedap. Mereka menuding pabrik di bawah naungan PT Karunia Alam Segar (KAS) ini mengingkari yang dibuat pada 2004 lalu.

Ada tiga point dari 5 isi kesepakatan yang dianggap warga telah diingkari oleh pihak managemen PT KAS. Yang pertama perusahaan akan memberikan prioritas bagi warga Sukomulyo dalam hal tenaga kerja. Tanpa mempertimbangkan ijasah dan usia sesuai kebutuhan perusahaan.

Kedua siap menjadi mitra kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dan terakhir informasi tenaga kerja bisa langsung. Warga menilai kesepakatan itu sudah lama diingkari oleh pihak perusahaan. Terhitung sejak 10 tahun hingga sekarang.

“Kesepakatan itu dibuat tanpa batasan waktu. Dan hanya beberapa tahun kesepakatan itu dijalankan. Sekarang kami ingin menuntut hak sebagai warga paling terdampak. Jangan hanya diberi polusi, tapi kita minta solusi,” ujar Su’udi Wafa, korlap aksi demo, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga  Kades Tidak Transparan, Balai Desa Serah Panceng Digeruduk Puluhan Warga

Tokoh masyarakat desa setempat ini membeberkan, selama ini warga desanya disamakan dengan warga lain, terkait perekrutan tenaga kerja. Yang mana, lamaran kerja harus melalui outsourcing, tanpa diangkat sebagai karyawan tetap.

Loading...

“Kalau sesuai kesepakatan, lamaran kerja untuk warga Sukomulyo langsung ke perusahaan tanpa melalui outsourcing. Tapi nyatanya diingkari. Kami disamakan dengan tenaga kerja dari dalam dan luar kota,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meski perusahaan berada di wilayah desanya, namun keberadaannya dirasa kurang berdampak bagi warga sekitar. Mulai dari tidak dipenuhinya hak CSR hingga tempat kos yang justru diarahkan ke desa lain.

“Kami lebih merasakan dampak polusinya. Lalu dana CSR selama ini tidak dipenuhi oleh perusahaan. Tempat kos di Sukomulyo juga sepi karena dari pihak outsourcing mengarahkan pekerjanya kos di desa lain,” pungkasnya.

Baca Juga  Bantu Pemulihan Ekonomi Dimasa Covid-19, Gubernur Jatim Kunjungi Tulungagung

Cendang Lesmono selaku perwakilan managemen PT KAS mengatakan, pihaknya ingin membuka pintu mediasi dengan mempersilahkan perwakilan warga masuk ke perusahaan. Hanya saja warga menghendaki managemen keluar menemui mereka.

“Saya rasa managemen agak keberatan kalau harus keluar menemui warga yang demo. Kalau bersikukuh seperti ini maka tidak akan ada titik temu,” ucap pria yang menjabat sebagai Bagian Umum PT KAS ini. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan