Hujan Petasan dan Batu Warnai Demo Mahasiswa di Jember

151
Demo Omnibus Law, Jember

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Hujan petasan dan batu mewarnai aksi unjuk rasa mahasiswa Jember menolak undang-undang Cipta Kerja atau dikenal juga dengan UU Omnibus Law, Kamis sore (22/10/2020) tuntutan mereka Omnibus Law dicabut oleh pemerintah.

Petasan dan batu berasal dari kerumunan ratusan mahasiswa berada di bundaran depan DPRD Jember. Para mahasiswa ini mengatasnamakan dirinya Aliansi Jember Menggugat.

Beberapa kali ledakan terdengar di halaman kantor DPRD Jember. Mahasiswa menyulut dan mengarahkan petasan jenis kembang api ke gedung rakyat itu.

Tidak hanya itu berkali-kali mahasiswa dari berbagai elemen dan perguruan tinggi itu melempari gedung DPRD Jember yang dibangun tahun 1990 itu. Beberapa kaca jendela pecah akibat terkena lemparan batu. Pada demo beberapa pekan lalu, mahasiswa juga sempat melempari kaca jendela.

Loading...
Baca Juga  Komisi D Segera Sidak dan Panggil PT PMP
Kaca jendela DPRD bolong terkena lemparan batu dari mahasiswa.

Hujan petasan dan batu ini tidak sedikitpun memicu emosi petugas kepolisian dan Brimob yang berjaga-jaga di halaman gedung. Mereka hanya lari menghindar agar tidak terkena lemparan batu dan petasan. Belum ada laporan apakah ada korban luka dari pihak petugas.

Demonstrasi juga sempat diwarnai aksi pengeroyokan orang tak dikenal oleh mahasiswa. Mahasiswa menduga orang-orang tersebut adalah petugas berpakaian preman.

Seorang pria sempat dikeroyok sejumlah mahasiswa. Pria tersebut kemudian lari menyelamatkan diri ke arah Jalan Sumatera. Pemicunya kekesalan mahasiswa kepada petugas yang telah menangkap sejumlah mahasiswa sebelum demo digelar. Beruntung pria berbaju merah itu berhasil diamankan petugas berpakaian preman dibawa menjauh dari lokasi.

Baca Juga  Kejari Sumenep Tetapkan Dua Tersangka Pengadaan Kapal Tanpa Tender Senilai Rp 8 Miliar

Sekitar pukul 18.00 WIB mahasiswa korlap aksi menyatakan demo berakhir. Namun demikian saat berita ini ditulis masih ada mahasiswa yang bertahan. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakIni Sebabnya Warga Kejawan Gebang Ditangkap Polisi di Jalan Sukomanunggal Baru Surabaya
Artikulli tjetërImigrasi Tobelo Komitmen Cegah Covid-19 dengan Terapkan 3M

Tinggalkan Balasan