Hujan Intrupsi Warnai Penetapan AKD

0

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Hujan Intrupsi mewarnai Rapat Paripurna penetapan alat kelengkapan DPRD Bangkalan, memaksa Ketua DPRD Fahad menghentikan sementara rapat.

Awal mula hujan intrupsi berawal perbedaan pendapat tentang pedoman penyusunan tata tertib yang berlandaskan Peraturan Pemerintah No.12 Tahun 2018 yang dianggap telah dilangkahi oleh Pimpinan Sidang.

Salah satu anggota DPRD Muhammad Syafik dari Fraksi PPP menilai penetapan AKD tidak sebanding lurus dengan PP No.12 Tahun 2018 pasal 34 no 3 poin C. “Memfasilitasi penyusunan rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Kesejahteraan Hati Nurani (Gabungan Partai Hanura dan PKS) mempersilahkan Pimpinan untuk membaca ulang PP No.12 Tahun 2018. “Silahkan pp 12/2018 ini dibaca, karena tatib DPRD ini adalah pondasi utama,” ungkapnya saat sebagian intrupsi dilayangkan ke pimpinan.

Loading...

Di tengah alotnya Pembahasan Tata Terbit yang dianggap telah dilewati sehingga penetapan Alat Kelengkapan dewan dianggap telah menyalahi prosedur. Politisi PKB Hariyanto mengusulkan agar sidang tersebut diskor sementara untuk menemukan titik temu terkait persoalan tersebut. “Agar ini tidak menjadi debat kusir, maka alangkah baiknya sidang ini diskor dulu,” ucap dia.

Sidang Paripurna pun akhirnya diskorsing melebihi batas skrorsing selama 15 menit.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan Muhammad Fahad meluruskan jika alotnya pembahasan Sidang Paripurna penetapan alat kelengkapan dewan sudah sesuai dengan mekanisme meskipun menggunakan Tata tertib yang lama. “Tadi diskorsing agar mendapatkan mufakat bersama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan