Hewan Ternak Alami Gejala PMK, Berikut Langkah Cepat Mengatasinya

0

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kian meresahkan para pemilik hewan ternak sapi dan kambing. Sebab semakin banyak hewan yang terinfeksi virus ini. Di Kabupaten Bangkalan sendiri per tanggal 9 Juni 2022 terdapat 17 ekor hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK, satu diantaranya sudah mati.

Kondisi ini tidak hanya mengkhawatirkan faktor kesehatan hewan ternak. Namun juga berdampak pada sektor perekonomian peternak dan para pedagang di pasaran. Beberapa minggu terakhir aktivitas pasar hewan di Bangkalan turun drastis dan harganya pun semakin merosot karena sulitnya mencari pembeli.

Pemkab Bangkalan mengeluarkan Surat Edaran tentang pengendalian dan penanggulangan PMK.

Surat yang ditandatangani Bupati Bangkalan pada tanggal 31 Mei 2022 itu, mengimbau masyarakat khususnya peternak untuk melakukan langkah antisipatif guna meminimalisir kerugian ekonomi, keresahan masyarakat serta tingkat kematian hewan yang tinggi.

Baca Juga  Merasa Terjebak, Ketua MUI Balongpanggang Turut Hadiri Pernikahan Manusia dengan Domba

Langkah antisipatif yang perlu dilakukan yakni: Pertama, melaporkan ke Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan melalui nomor layanan publik dengan chat WA Center di SmartKOE 082132227200 atau Kordinator wilayah setempat jika menemukan kasus dengan gejala: demam tinggi, hipersalivasi dan berbusa, lepuh pada mulut dan lidah, luka pada kaki bahkan sampai kuku lepas, tidak mau makan, pincang, gemetar, nafas cepat dan susah berdiri.

Loading...

Kedua, masyarakat juga diimbau apabila menemukan kasus suspek PMK dengan melakukan isolasi ternak sakit berbasis kandang. Pengobatan temak suspek berbasis symtomatis (Antibiotik, Analgesik, Antipiretik dan Vitamin. Pengawasan atau pembatasan lalu lintas hewan rentan, produk hewan dan media pembawa penyakit hewan lainnya yang berisiko tinggi.

Kemudian melakukan komunikasi, Infomasi, Edukasi tentang Penyakit Mulut dan Kuku supaya tidak terjadi Panic Selling atau Penjualan ternak karena kondisi panik. Potong paksa di RPH atau lokasi lain dengan pengawasan Dokter Hewan dan Petugas lain yang mempunyai kewenangan. Lalu Vaksinasi PMK, serta menghubungi koordinator wilayah setempat.

Baca Juga  Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Gapoktan Rp 1,2 M, Puluhan Petani Demo di Mapolres Gresik

Kepala Dinas Peternakan Bangkalan, Ahmad Hafid mengatakan sebaran wabah PMK masih cukup terkendali. Virus ini telah menyerang sapi di empat wilayah, yakni Kecamatan Modung 7 ekor sapi, Blega 2 ekor dan 1 meninggal, Konang 3 ekor, dan Tanjungbumi 5 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK.

“Secara akumulasi sejak adanya wabah ada 1.650 hewan ternak berstatus suspect, 17 positif, 1 meninggal dan yang sembuh 71 ekor. Kalau yang dipotong paksa 12 ekor. Itu sapi semua, sementara kambing nol kasus,” terang Ahmad Hafid. (*)

Reporter: Rusdi

 

Loading...
Artikulli paraprakKetua Komisi 4 DPRD Tuban Serahkan Bantuan Komputer Kepada SMPN 1 Plumpang

Tinggalkan Balasan