Hendak Tawuran, Puluhan Anak Geng Allstar Diamankan di Taman Mundu

218
Kasat Reskrim bersama puluhan anak yang diamankan

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Puluhan anak baru gede (ABG) yang diduga hendak menyerang geng Jawara di daerah Simo, diamankan oleh Polrestabes Surabaya, Sabtu (12/10/2019), sekitar pukul 22.00 WIB.

Ke 17 anak-anak belasan tahun itu diamankan di Taman Mundu depan Gelora 10 November ketika menyusun rencana hendak menyerang grup Jawara

Bahkan dari puluhan anak-anak dari geng Allstar itu ada yang masih pelajar kelas 5 Sekolah Dasar dan dua diantaranya perempuan.

Perseteruan geng Jawara dan Allstar diawali dari kasus penyekapan, pengeroyokan terhadap seorang anak yang mengakibatkan luka berat dan saat ini kasus itu proses penyidikan di Polrestabes Surabaya.

Bahkan ada 9 orang yang 2 diantaranya dewasa sudah ditahan di Rutan Polrestabes Surabaya. Sementara 7 pelaku anak-anak dititipkan guna proses lanjut dari kasus tersebut.

Loading...
Baca Juga  BKD Desa Tlogoagung Jadikan Jalan Alternatif Bojonegoro - Lamongan Nglenyer

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, kedua geng ini sebelumnya sudah didamaikan oleh Walikota dan juga Kapolrestabes Surabaya.

“Puluhan anak ini sudah terpantau oleh tim Cyber dan dari hasil penyidikan kami Jumlahnya ribuan yang tergambung dalam beberapa grup Whatsapp (WA),” sebut Sudamiran, Sabtu (12/10/2019).

Dalam satu grup WA itu ada sekitar 100 hingga 200 anak. Dan dalam grup itu terdeteksi akan berkumpul di Taman Mundu Surabaya dan akan menyerang ke Simo Pomahan yang diduga markasnya geng Jawara.

Nantinya, kesemua anak yang diamankan dan sebelum dipulangkan akan lebih dulu dipanggil guru sekolahnya, juga orang tuanya guna membuat pernyataan untuk tidak mengulang kembali dan untuk untuk efek jera. (*)

Baca Juga  Even JKCI IV Digelar, 10 Duta Besar Datang ke Jember

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakPanggul Anak Buah, Kapolrestabes dan Waka Antar ke Peristirahatan Terakhir
Artikulli tjetërMabuk, Pengunjung Cafe Athena Baku Hantam, Satu Luka Parah

Tinggalkan Balasan