Hendak Dijadikan Pengantin Jin, Sebabkan Remaja Banyuwangi ini Terluka Secara Gaib

179
Warga Setempat, Jainuri (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Seorang remaja asal Dusun Malar, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi ini, mengalami sejumlah luka misterius setelah dirinya pulang dari sungai didekat rumahnya. Menurut keterangan orang tua korban, rupa-rupanya luka tersebut merupakan ulah jin yang hendak menjadikan anaknya sebagai pengantin.

“Kata pawang, anak saya mau dikawin oleh mahluk halus,” ucap Sujaini, ayah korban.

Sujaini menduga, luka yang dialami oleh anaknya, Ainun Arjani, disebabkan oleh perkelahian. Namun, setelah melakukan pengecekan lokasi kejadian, keanehan pun nampak. Kemudian dirinya mencoba mencari tau asal muasal luka tersebut dari seorang pawang atau dukun.

Disitu, Sujaini mendapati fakta bahwa anaknya telah mengalami sejumlah luka secara ghaib. Dimana, ada sosok jin yang menyukai anak laki-lakinya tersebut, kemudian bermaksud menikahinya.

Baca Juga  Mantan Kades Ditetapkan Tersangka Kasus PKH

Sujaini menceritakan, selama ini Ainun dikenal sebagai sosok yang pendiam dikampung. Namun dengan segala keanehan ini, ayah Ainun tersebut memercayai bahwa luka-luka ditubuh anaknya tersebut memanglah ulah dari mahluk gaib.

Loading...

“Ya biasanya, makhluk halus itu memang memangsa orang yang seperti itu,” tutupnya.

Sementara itu, warga setempat, Jainuri mengatakan sempat beberapa kali menjumpai sosok ghaib yang memang menempati area dimana Ainun disandera. Menurutnya, sosok tersebut berwarna hitam pekat. Berbentuk kecil dan sering berada dibawah pohon besar, tepatnya dari lubang yang berada di dasar pohon.

“Hitam, gelap. Kecil, menyerupai kambing,” katanya.

Sudah tiga kali, kata Jainuri, saya ditemui jin itu. Awalnya, wujudnya kecil, lama kelamaan menjadi besar. Mahluk tersebut, menurut Jainuri sering menampakkan diri ketika lepas adzan magrib.

Baca Juga  Kabupaten Bojonegoro Ikuti Event Jatim Kominfo Festival

“Sekitar jam 6 petang itu saya ditemui saat ke sungai. Ya takut sih, tapi tidak sampai dilukai seperti itu,” tutup pria paruh baya tersebut.

Karena kejadian ini, keluarga remaja asal Dusun Malar, Desa Macan Putih, Kabupaten Banyuwangi tersebut, lantas melakukan sejumlah ritual selametan (meminta doa) guna membuang sial, atau sebagai syarat agar anaknya terhindar dari gangguan mahluk ghaib atau jin. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakAntisipasi Kelangkaan BBM, Polres Blitar Tinjau SPBU
Artikulli tjetërIjin Bandara Notohadinegoro Jember Kadaluwarsa Hampir Dua Tahun

Tinggalkan Balasan