Hebat! Jajanan Berbahan Buah Naga milik UKM Center di Banyuwangi Diminati Pasar Luar Negeri

70
UKM Center Desa Sumbermulyo Banyuwangi Ciptakan Jajanan Berbahan Buah Naga

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Para Kaum emak yang tergabung dalam UKM Center, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, kini bisa memetik hasilnya.

Pasalnya, kue olahan berbahan buah naga produk mereka, bukan hanya mampu menembus pasar oleh-oleh papan atas Bumi Blambangan saja. Tapi juga mampu menarik minat pasar luar negeri.

“Kita sudah kirim ke Bali, Semarang, Kalimantan, bahkan keluar negeri, Taiwan dan Hongkong,” ucap Ketua UKM Center Pesanggaran, Zaenab, saat ditemui wartawan di Stand UKM Center Pesanggaran, Ruko barat lapangan Desa Sumbermulyo, Senin (30/12/2019).

Seperti diketahui, Banyuwangi wilayah selatan, meliputi Kecamatan Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran, merupakan sentra produk pertanian hortikultura, khususnya buah naga.

Hampir setiap jengkal tanah kosong diwilayah setempat oleh masyarakat dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan jenis kaktus ini. Tak pelak, setiap hari selalu saja ada panenan buah naga. Dan potensi tersebut yang dilirik oleh kaum ibu rumah tangga anggota UKM Center Pesanggaran.

“Buah naga kita olah menjadi sedikitnya 10 varian kue, diantaranya dodol, kue kering, bagiak, mie kering, saus dan kerupuk. Ada juga sari buah naga, kulitnya kita olah menjadi campuran selai, teh dan lainnya,” ucap wanita asal Desa Pesanggaran ini.

Diceritakan, kreativitas kaum emak dalam produksi kue berbahan buah naga ini bermula tahun 2016 silam. Disitu mereka diajak mengikuti pelatihan kue olahan yang diinisiasi oleh PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Baca Juga  BINDA Lanjutkan Progam Vaksinasi Masal Bantu Pemerintah Daerah

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan tambang di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, juga memfasilitasi peserta untuk bisa mendapatkan Izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Dan karena keuletan dan konsistensi para emak dalam membuat produk olahan, 2 tahun silam PT BSI membentuk UKM Center.

“Alhamdulillah, dari kue olahan buah naga, kaum ibu anggota UKM Center sudah bisa membantu perekonomian keluarga, bahkan per bulan ada yang bisa hasil sampai Rp 15 juta,” imbuh Wakil Ketua UKM Center Pesanggaran, Agustin.

Loading...

Wanita asal Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung ini menegaskan, guna menjaga kualitas produk kue olahan buah naga, pihaknya menerapkan Quality Control yang ketat pada anggota. Mulai dari pemilihan bahan baku buah naga, rasa, warna hingga kemasan.

Makin istimewa, keberadaan UKM Center Pesanggaran ternyata bukan hanya mampu mendorong kesejahteraan anggota. Tapi juga terhadap masyarakat sekitar. Karena dalam proses produksi sehari-hari, mampu menyerap tenaga kerja.

“Bayangkan saja, dari 35 anggota UKM Center Pesanggaran, 12 diantaranya produsen kue olahan buah naga, dan disitu masing-masing punya karyawan. Itu baru yang buah naga belum lainnya,” ungkap Agustin.

Baca Juga  Tidak Memenuhi Standart, Puluhan Gerai Rapid Test Masih Beroperasi, DPRD Banyuwangi Kecewa

Dengan semakin meningkatnya minat pasar, dipastikan jumlah penyerapan tenaga kerja akan semakin besar. Apalagi kini UKM Center Pesanggaran juga baru menerima bantuan mesin pengaduk dodol buah naga. Yang awalnya dalam tiap proses manual hanya mampu mengaduk 3 kilogram dodol, dengan mesin bisa sampai 15 kilogram.

“Sebagai usaha mendongkrak pemasaran, kita juga mengoptimalkan jaringan online, sementara melalui akun FB monggo oleh olehe, termasuk akun masing-masing anggota. Dan kabar baiknya, baik harga buah naga sedang naik atau turun, relatif tidak mempengaruhi produksi kue olahan,” cetus Agustin.

Sementara itu, Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono menyampaikan, hubungan kerjasama yang baik antara pihaknya dengan kaum emak anggota UKM Center Pesanggaran, sudah terjalin sejak 2016 silam.

“Dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu program prioritas CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan,” ujarnya.

Sesuai jargon, lanjutnya, keberadaan PT BSI ditengah masyarakat Pesanggaran dan sekitarnya, memang untuk Berkhidmat Memberi Manfaat. Bukan hanya disektor UKM, tapi dalam pemberdayaan ekonomi yang lain. Diantaranya disektor peternakan. Termasuk pembangunan infrastuktur, pendidikan dan kesehatan. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaNasi Kotak, 2 Ember Penuh Bocoran Air Hujan dan 3 Perempuan Cantik Bagikan Bunga, Warnai Rapat Paripurna Hak Angket DPRD Jember
Berita berikutnyaDi Banyuwangi ada Pasar Tradisional Dilengkapi Ruang Kreatif Bagi Milenial

Tinggalkan Balasan