Hati Hati Beli Kendaraan Murah, Pembuat ‘Noka-Nosin Aspal’ Dibekuk Polda Jatim

232

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan pencurian kendaraan bermotor serta memalsukan nomer rangka (Noka) dan nomer mesin (Nosin).

Bukan hanya itu, pelakunya yang berjumlah tiga orang itu juga memalsukan dokumen BPKB, STNK dan persekongkolan jahat penadahan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat.

Tiga pelakunya yakni, Shafa Kurnia Haris (37), Yono (55), Chotib (50). Ketuganya merupakan warga Kabupaten Pasuruan.

Modusnya, Shafa ini melakukan pencurian dengan pemberatan bersama-sama dengan tersangka H (DPO) dengan menggunakan kunci T di malam hari, lalu Yono yang melakukan pemalsuan dokumen dan juga sebagai penadah.

Pelaku Yono juga membeli kendaraan motor dan mobil kemudian mengetok atau menggedrik (merubah) noka nosin kendaraan sesuai STNK dan BPKB yang dipesan melalui online.

Pelaku Chotib juga sebagai pencuri kendaraan yang dilakukan dengan Shafa Kurna dengan cara merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T.

Baca Juga  Datang ke Pasar Rogojampi, Mas Yusuf Dicurhati Pedagang

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaku Shafa bersama pelaku Chotib keliling untuk melakukan pencurian motor yang salah satunya di Dusun Sedati Kec. Ngoro Kab. Mojokerto dengan hasil sepeda motor Honda Beat warna hitam yang terparkir didalam pagar rumah kos kosan.

Loading...

Mereka dibekuk berawal dari informasi masyarakat bahwa Yono sebagai pemilik kendaraan Honda Vario yang di belinya tanpa kelengkapan BPKB asli kemudian di rubah nomer mesin dan nomer rangka dengan menggunakan alat.

“Dengan menggunakan kelengkapan STNK dan BPKB yang bukan aslinya dengan tujuan di jual sesuai harga pasar dan berharap mendapatkan keuntungan yang besar dan dugaannya dua pelaku lainya sebagai eksekutor,” sebut Trunoyudo, Jum’at (4/9/2020).

Baca Juga  Sukseskan Pilwali, Polisi di Blitar Gelar Doa Bersama

Adanya inforamsi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan dan benar pada saat dilakukan penangkapan, dari pelaku Yono diketemukan alat atau sarana yang di pergunakan untuk merubah nomer rangka dan nomer mesin.

“Petugas.juga menemukan BPKB sesuai daftar laporan Polisi di Dusun Ngawen RT 001 RW 13 Kel. Parerejo Purwodadi Kabupaten Pasuruan,” tambah Trunoyudo.

Kepada Polisi, pelaku mengaku jika melakukan kejahatanya mulai Bulan 4 tahun 2020. Biaya dalam membuat nomer mesin dan rangka palsu biaya pesanan dipatok 1 juta rupiah.

“Saya belajar dari media sosial cara buat nomer rangka dan mesin mobil juga motor,” aku pelaku Yono.

Untuk BPKB dan STNK pelaku Yono mengaku beli dari online kebanyakan kendaraan dari kecelakaan yang suratnya nganggur.

“Di online harganya 2 juta hingga 2,5 juta rupiah,” tambah pelaku Yono.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan