JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Memperingati Hari Sampah Sedunia atau World Clean Up Day Indonesia (WCDI) 2021. Bupati Jember Hendy Siswanto akan membuat peraturan daerah (perda) untuk menangani sampah.

Nantinya perda itu, akan menjadi bentuk regulasi bagaimana bentuk penanganan sampah yang tepat. Karena menurutnya, hingga saat ini belum ada regulasi atau perda yang tepat.

Fokus untuk menangani persoalan sampah di Jember. Selain itu, pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan lebih dioptimalkan.

Pasalnya dari informasi yang dihimpun wartawan, kurang lebih sampah yang diterima di TPA Pakusari kurang lebih mencapai 600 ton per hari.

Menurut Bupati Hendy, persoalan penanganan sampah di Jember dinilai cukup pelik.

“Konsen kami, akan segera menyelesaikan perda sampah. Dengan adanya perda ini, nantinya akan ada kebijakan (pemerintah). Bagaimana mengelola persoalan sampah ini. Karena selama ini belum ada,” kata Bupati saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela kegiatan WCDI 2021 di TPA Pakusari, Sabtu (18/9/2021) siang.

Baca Juga  Bermain Korek Sebabkan Rumah Ludes Terbakar

Kata Hendy, Jember saat ini belum bebas sampah. “Masih banyak sampah-sampah yang dibuang di sungai dan terjadi penumpukan sampah. Sehingga dengan regulasi lewat Perda itu. Akan ada aturannya,” ujarnya.

Secara rinci nantinya, lanjutnya, terkait pengelolaan sampah itu. Akan diatur mulai dari tempat membuangnya dimana, dan ada tempat (membuang sampah) yang sudah disediakan.

“Sekaligus juga melarang membuang sampah sembarangan, dan bagaimana pengelolaan sampah itu. Agar bukannya menjadi persoalan dan masalah terus menerus,” ungkapnya.

Loading...

“Karena nanti jika ada perdanya itu nanti sudah jelas. Ada reward dan punishment (penghargaan dan hukuman) jika melanggar perda itu,” sambungnya.

Hendy mencontohkan seperti halnya di luar negeri dan di kota besar seperti DKI Jakarta.

“Tidak boleh membuang sampah sembarangan. Juga bahkan buang sampah dari luar mobil atau di jalan (secara sembarangan), kan sudah tidak boleh itu,” katanya.

Baca Juga  Warga Panik Berhamburan, Gempa Malang Dirasakan di Blitar

Lebih lanjut Hendy menyampaikan, terkait tanggung jawab kepedulian lingkungan. Khususnya dari persoalan sampah.

“Karena esensi bagaimana pengelolaan sampah ini, menjadi tanggung jawab bersama (sebagai bentuk kepedulian). Tidak hanya menjadi tugas dari Pemkab Jember. Harus ada kepedulian bersama antar masyarakat,” tegasnya.

Diawali dari membantu (menarik simpati kepedulian masyarakat) agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Juga termasuk bagaimana sampah ini bisa di recycle (daur ulang), menjadi barang atau sesuatu hal yang bermanfaat,” imbuhnya.

Terlebih lagi, katanya, soal pengelolaan sampah plastik.

“Yang sangat susah sekali dihancurkan. Sehingga saya minta ibu-ibu untuk membawa tas sendiri saat berbelanja, jangan mudah menggunakan plastik sebagai pembungkus saat berbelanja,” ucapnya.

Lebih jauh Hendy juga menambahkan, untuk pengelolaan sampah di TPA Pakusari, sebagai lokasi pembuangan akhir sampah terbesar di Jember.

“Tidak ada perluasan. Tapi akan dioptimalkan bagaimana mengelola sampah yang baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaTurnamen Pra Porprov, Tim Sepak Takraw Bangkalan Juara 1
Berita berikutnyaEksplorasi Migas Pertamina, DPRD Jatim Bakal Bantu Nelayan Bangkalan

Tinggalkan Balasan