Karyawan PT. BSI saat melakukan penanaman tumbuhan di sekitar lokasi tambang

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Operator perusahaan tambang, di Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (BSI) terus berkomitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati di sekitar operasi Tujuh Bukit (Tumpang Pitu), Kecamatan Pesanggaran.

“PT Bumi Suksesindo melalui Departemen Lingkungan sudah ikut melaksanakan dan mengampanyekan agenda ini sejak tahun 2017 dan berlanjut hingga sekarang,” tegas Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono, saat upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia yang digelar di lapangan olahraga PT BSI, pada Jum’at (5/6/2020).

Di kawasan ini, kata Sudarmono, tercatat 150-an spesies satwa liar berupa burung, mamalia, reptil, dan amfibi. Bahkan, lebih 300 spesies tumbuhan.

Diantara satwa liar yang ada, terdapat jenis-jenis dilindungi, terancam punah, dan endemik Pulau Jawa. Perusahaan menjalankan program konservasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan kelestariannya.

Baca Juga  Perbuatan ‘Iming-Iming Uang’ Camat Pesanggaran Dinilai Lecehkan Profesi Wartawan
Burung Rangkong ketika berada di area tambang. (FOTO:Istimewa)

Keberadaan satwa liar ini bisa disaksikan di area hutan yang ada di sekitar area operasi PT BSI. Mereka hidup berdampingan dengan para pekerja yang setiap hari beraktivitas di tambang.

Loading...

Sejak awal beroperasi, PT BSI telah membuat rencana penambangan dengan memperhatikan keseimbangan keanekaragaman hayati yang ada di areanya. Perusahaan tidak membuka keseluruhan wilayah IUP-nya. Selain untuk efektivitas, hal ini juga bertujuan untuk membatasi gangguan terhadap tumbuhan.

“Kita hanya membuka area yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional,” kata Sudarmono.

Sudarmono menambahkan, perusahaan telah menetapkan aturan dan langkah-langkah preventif dan kuratif di bidang pengelolaan lingkungan, dengan melarang karyawannya membuat api di area terbuka maupun di dalam hutan. Selanjutnya, melarang berburu satwa liar.

Area tambang yang telah di reklamasi oleh PT. BSI. (FOTO:Istimewa)

Kemudian, menyelamatkan biji dan tunas untuk digunakan dalam reklamasi. Lalu, melakukan penanganan insiden satwa liar, dan melakukan pengayaan habitat dengan penanaman pohon pakan bagi satwa liar.

Baca Juga  PKB Bangkalan Gelar Peringatan Hari Santri

“Kita juga telah mencetak buku flora dan fauna untuk dokumentasi dan publikasi,”  terang Sudarmono.

Hingga saat ini, kegiatan reklamasi dan rehabilitasi di Tujuh Bukit Oprations (TBO) telah mencapai 56 hektare lebih. Kegiatan ini dilakukan secara progresif tanpa harus menunggu kegiatan penambangan selesai keseluruhan atau pascatambang. Lebih jeIasnya, ketika ada bidang lahan yang sudah tidak dipakai untuk kegiatan operasional, langsung direklamasi.

Sekedar diketahui, untuk memenuhi protokol Covid-19, panitia membatasi jumlah peserta upacara. Semua peserta diwajibkan memakai masker. Setelah upacara, kegiatan dilanjut dengan penanaman pohon Sewage Treatment Plant (STP). (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaSeret Tiga Rekannya, Pria Sumber Rejo Pakal Surabaya Diamankan Polisi
Berita berikutnyaPemuda Tuban Potong Alat Kelamin di Kamar Mandi Kost di Surabaya

Tinggalkan Balasan