Gus Yahya Lakukan Peletakan Batu Pertama RSNU, Bupati Jember: Kami Siap Mendukung

94

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Jember Hendy Siswanto atau akrab dipanggil Ji Hendy menyatakan siap mendukung berdirinya Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU).

Hendy beralasan saat ini Kabupaten Jember saat ini kekurangan ranjang perawatan untuk warga yang sakit di Kabupaten Jember.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara peletakan batu pertama RSNU Jember yang berada di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Acara tersebut dihadiri langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau akrab di panggil Gus Yahya.

“Ini niat yang luar biasa dari warga NU Jember. Kalau bisa izinnya RS ditandatangani sekarang, yang penting niatnya baik hasilnya pasti baik,” ujar Hendy.

Bagi warga Jember, pendirian RSNU sangat berarti karena Bed Occupation Rate (BOR) dari 13 RS yang ada di Jember saat ini hanya 46,1 persen mampu memenuhi kebutuhan warga.

“Kita minimal masih kekurangan 836 Bed lagi. Jadi kami sangat mendukung dan akan mensuport penuh pendirian RSNU ini,” kata dia.

Dia berharap, RSNU nanti bisa fokus pada beberapa praktek spesialis. Misalnya spesialis jantung dan kanker yang saat ini masih sangat kurang di Jember.

Baca Juga  Anak Durhaka, Motor Ibu Kandung Dicuri dan Digadaikan

“Kami akan suport penuh, mudah-Mudahan tahun depan RSNU ini bisa diresmikan,” ujarnya.

Sementar itu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya berharap pendirian rumah sakit NU ini dapat memberikan manfaat untuk umat dan warga NU.

“Mudah-mudahan rumah sakit NU ini segera terwujud dan memberikan manfaat tidak hanya untuk warga NU tapi juga masyarakat pada umumnya,” kata Gus Yahya di sela peletakan batu pertama RSNU Jember, Rabu (18/5).

Loading...

Gus Yahya menjelaskan saat awal berdiri, NU didirikan khusus urusan agama. Para muazis pendiri NU, belum berfikir untuk urusan lain selain keagamaan. Bagaimana para kiai NU saat itu lebih memberdayakan diri untuk membimbing umat khususnya dalam hal agama.

“Mungkin dulu para muazis belum kepikiran mendirikan Rumah Sakit, Kampus atau bahkan BUMNU (Badan Usaha Milik NU),” kata Gus Yahya.

Namun, kata Gus Yahya, bimbingan pada umat semakin lama semakin meluas. Masalah hidup, juga tentang kesehatan juga sering dikeluhkesahkan pada kiai.

Baca Juga  BMW Indonesia Sajikan X4 xDrive30i M Sport

“Kalau sekarang NU mendirikan Rumah Sakit, Ini merupakan bawaan dari tradisi kekiaian. Kiai ini rujukan bagi para jamaahnya, apa saja juga mewadulkan (mengeluhkan) tentang penyakit juga segala macam hajat hidup. Jadi wajar sekarang NU mendirikan Rumah Sakit,” ujarnya.

Jika dulu orang sakit datang ke kiai untuk mendapatkan doa, sekarang mereka datang juga untuk mendapatkan perawatan medis di RSNU.

“Ada tanggung jawab kepada masyarakat yang mempercayakan masa depan kehidupannya kepada NU. Berdasarkan survei mutakhir Alvara hasilnya 50,5 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia mengaku sebagai pengikut NU. Dan ini harus dilayani,” kata dia.

Namun tugas utama melayani umat sebenarnya ada di tangan pemerintah. NU sifatnya adalah membantu program pemerintah.

“Sekarang saatnya NU membantu pemerintah untuk pelayanan dasar bagi seluruh warga. Rumah Sakit Nu ini bagian dari itu,” kata Gus Yahya. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakDihantam Truk Kontainer di Pertigaan Bungah, Pengemudi Ertiga Tewas
Artikulli tjetërPercepatan Pencairan Bantuan Sosial Wilayah Bojonegoro

Tinggalkan Balasan