Gubernur Khofifah Ajak Warga Besuki Raya Perangi Narkotika

0

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Provinsi Jatim dan lima kepala daerah se Besuki Raya mengajak masyarakat di wilayahnya perangi narkoba.

Ajakan itu disampaikan dalam bentuk deklarasi anti narkoba di sejumlah wilayah Jawa Timur, di aula New Sari Utama, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Deklarasi tolak narkoba kali ini adalah yang ketiga bertajuk Deklarasi Besuki Anti Narkoba dan Cinta NKRI.

“Pertama (deklarasi ini) dilakukan di Bangkalan untuk wilayah Madura, untuk kedua dilaksanakan di Malang, wilayah Malang Raya. Ketiga di Jember untuk wilayah Besuki raya. Meliputi Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi,”kata Khofifah di depan awak media

“Bahwa pada tahap ketiga ini, adalah komitmen bersama deklarasi anti narkoba dan cinta NKRI, dalam satu nafas,” tambahnya.

Baca Juga  KPw BI Jatim Gelar 4 Materi Selama Gelar Capacity Building dan Media Gathering

Deklarasi bertema menolak narkoba itu, lanjut Khofifah, sebagai bentuk cinta terhadap NKRI.

“Karena kalau kita mencintai negeri ini, kita harus sehat dan produktif. Jadi Forkopimda Jawa Timur (Jatim), bersama BNN Jatim, ingin mengajak seluruh masyarakat bergerak bagaimana mewujudkan cinta, dedikasi dan pengabdian kita untuk NKRI. Juga secara bersama seluruh elemen strategis di Jawa Timur sama-sama bergerak untuk Say No to Drugs,” tegasnya.

Loading...

Bentuk deklarasi tolak narkoba itu, lanjutnya, merupakan bentuk gerakan bersama, untuk membangun sprit patriotisme, spirit membangun integrasi bangsa, dan spirit nasionalisme.

“Sehingga kita terus bangun penguatannya, sinerginya. Secara bersama, juga bergerak bagaimana kita seluruh masyarakat bisa menjauhi, dan tidak menggunakan narkoba,” ucapnya.

“Karena ini bagian komitmen yang ingin kita terus konsolidasikan dengan seluruh Forkopimda Provinsi dan kabupaten/kota. Tentu dengan seluruh elemen strategis di seluruh daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Tahapan Pilkades Serentak, Bupati Bojonegoro Upayakan Minimalisir Benturan Sosial

Menanggapi pesan yang disampaikan Gubernur Khofifah, mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim.

Kabag Umum BNNP Jatim Hari Prianto menyampaikan bahwa adanya deklarasi tolak narkoba sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi bersama sesuai amanah Permendagri.

“Seperti yang disampaikan bapak pimpinan (Kepala BNNP Jatim), bagaimana kita menolak narkoba bisa dilaksanakan secara optimal,”katanya.

“Optimal ini adalah yang terstruktur terintegrasi, kegiatan-kegiatan bagaimana P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika) itu, bisa hadir di lingkungan pemerintah. Baik provinsi, kabupaten/kota,” imbuh pria yang akrab dipanggil Antok ini.

Harapannya semakin banyak kegiatan sosialisasi anti narkoba bisa meminimalisir peredaran gelap narkotika di tiap wilayah. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakBupati Hendy Siswanto: Ayo Dukungan Atlet Jember agar Juara Umum Porprov VII

Tinggalkan Balasan