Gubernur Himbau Bioskop, Studio, Taman Hiburan Indoor Tutup, Temasuk Hiburan Malam

4788
Gubernur Jatim

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akan membentuk Tim Gabungan Forkopimda Jawa Timur dan Gugus tugas Surabaya Raya yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik yang saat ini menjadi wilayah penyebaran tertinggi di Jatim dalam koordinasi Pangkogabwilhan II.

Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengintensifkan koordinasi dalam sinergi, kolaborasi dan evaluasi. Hal itu disampaikan di hadapan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dalam rangka pengendalian penanganan Covid-19, bertempat di Hotel JW Marriot, Surabaya, Jumat (26/6/2020) kemarin.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, maka dengan dibentuknya Tim Gabungan Surabaya Raya ini nantinya akan bisa dilakukan sharing sumber daya dan komitmen yang terukur,” jelas Khofifah.

Action plan selanjutnya, yaitu dengan terus memasifkan tes, pelacakan, isolasi hingga treatment dengan jumlah yang lebih banyak. Salah satunya yaitu dengan menerjunkan Tim Gabungan Covid-19 Hunter Dinkes lokal khususnya di kluster utama Surabaya Raya untuk melakukan testing dan isolasi massif.

Baca Juga  Wabup Gresik Berharap Para Perias Tiara Kusuma Beri Pelatihan Untuk Difabel

Kemudian tracing minimal 20 orang per kasus positif. Serta, penyediaan ruang isolasi yang lebih besar supaya isolasi menjadi nyaman, dalam hal ini keberadaan RS Darurat bisa dioptimalkan.

“Beban RS juga harus dievaluasi dan relaksasi, pasien ringa harus benar-benar dipisahkan. Terapi harus selalu update dengan para pakar,” imbuhnya.

Loading...

Saat ini, terang Khofifah, mesin PCR yang ada di Jawa Timur kapasitas totalnya 2.250 tes/hari dan dalam seminggu tesnya mencapai 13.500 specimen. Rencananya akan dimaksimalkan lagi dengan tambahan mesin PCR serta reagen sesuai kebutuhan.

Terkait prakondisi memasuki Normal Baru, maka pihaknya akan melakukan kordinasi ulang dengan tim gugus tugas Provinsi dan tiga kabupaten kota untuk mempertimbangkan agar sementara tetap menutup dulu aktivitas di level krusial seperti, Bioskop, studio atau taman hiburan indoor dan melakukan monitor ketat.

Termasuk monitoring pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di pasar-pasar di Surabaya Raya. Disamping itu, juga membuat zonasi tiap Kecamatan berdasarkan 15 indikator epidemilogi dan tidak bisa asal membuka aktivitas.

Baca Juga  Mendag: Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Serta selalu mensosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Pihaknya akan melibatkan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, dan pelaku usaha dan elemen strategis lainnya.

Utamanya terkait pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Sistem support dan insentif juga perlu disediakan untuk industri masker maupun media supaya masyarakat terbiasa menggunakan masker.

“Hal itu sangat penting dilakukan, karena riset membuktikan bahwa bila 60 persen populasi menggunakan masker kain maka Rate of Transmission (RT) bisa dibawah satu dan kurva bisa turun,” imbuh mantan Menteri Sosial ini.

Kegiatan tersebut juga dihadiri, Pangkogabwilhan II Marda TNI Imran Baidirus, Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansayah, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Gresik Sambari, Plt. Bupati Nur Ahmad Syaifuddin, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono.(*)

Reporter : Eko

 

Loading...
Berita sebelumyaBegini Kisah Dukun Cabul ‘Ngobati’ Janda Muda asal Banyuwangi
Berita berikutnyaKomunitas Juang Banyuwangi Dorong Polisi Ungkap Pembakaran Bendera PDI Perjuangan

Tinggalkan Balasan