Gresik Hidupkan Kota Bandar Grissee Jadi Wisata Multi Etnis Pertama di Indonesia

52
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan doa bersama dan pengecatan di kawasan Wisata Multi Etnis

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Sejumlah bangunan kuno yang berdiri sejak abad ke-14 dengan luas 60 hektar bakal disulap menjadi icon destinasi wisata multi etnis atau ‘Wisata Heritage’ pertama di Indonesia. Yang mana, kawasan ini dulunya dikenal dengan sebutan Kota Bandar Grissee.

Diketahui, di kawasan ini ada tiga kampung yang memiliki kultur atau etnis berbeda-beda. Yakni kampung kemasan (pribumi), kampung pecinan (tionghoa) dan kampung arab. Sejauh ini proyek revitalisasi sudah berjalan dengan dana APBN senilai Rp 47 miliar dengan penataan tujuh ruas jalan. Antara lain, Jalan Kramatlangon, Malik Ibrahim, Agus Salim, KH Zubair, Basuki Rahmat, AKS Tubun, dan Setia Budi.

Nantinya pembangunan kawasan ini akan disesuaikan dengan ciri khasnya masing-masing. Misalnya di kawasan kampung pribumi, semua infrastruktur akan dibuat dengan konsep kolonial. Di kampung arab akan dibangun seperti nuansa di Saudi Arabia. Begitu juga di kawasan kampung pecinan seperti nuansa negeri tirai bambu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gresik memiliki peradaban multi etnis yang tidak dimiliki wilayah manapun. Mungkin kata Gus Yani panggilan Bupati Gresik, Gresik adalah satu-satunya kabupaten yang memiliki sejarah multi etnis sehingga melahirkan banyak keberagaman.

“Gresik adalah etalase toleransi multi etnis, multi ras dan multi agama yang tidak dimiliki daerah lain. Karena sejarah tidak bisa diputar lagi, tetapi bisa jadi pelajaran berharga dengan membangunnya kembali. Sehingga bisa menghidupkan ekonomi kreatif,” katanya, Senin (11/07).

Baca Juga  Saat ini, Polisi Kembali Gencar Lakukan Patroli Keramaian, Warkop dan Cafe

Pria yang akrab disapa Gus Yani ini berkata meskipun ini adalah program pemerintah terdahulu tetapi selama bermanfaat bagi warga dan demi kemajuan Gresik, pihaknya akan melanjutkan dengan ide kreatif, mandiri dan tentunya mampu membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Jika punya rumah di sini monggo biar tumbuh ekonomi kreatif. Ini untuk usaha jenengan. Ekonomi kreatif bukan hanya diomong tapi dipraktekkan,” ungkapnya.

Loading...

Dia berharap semua pihak saling bersinergi demi terciptanya ekonomi berkelanjutan. Sebab, kawasan ini juga bagian dari kolaborasi pemerintah, warga dan industri melalui CSRnya. Yang mana pemerintah daerah juga sudah mengeluarkan anggarannya.

Bupati juga meminta, pemerintah desa juga harus ikut andil membangun dan menjaga. Bila perlu anggarannya juga dikeluarkan. Agar saling merasa memiliki. Jaga lingkungan agar menjadi identitas Gresik yang mana memiliki kota peradaban yang kuat terkait dengan sejarah.

“Disini ada banyak etnis berkumpul jadi satu. Ada kampung kolonial, pecinan, arab melayu. Dan ini adalah sejarah yang merupakan simbol identitas Gresik,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, penataan tempat wisata ini sekaligus untuk mempromosikan Gresik sebagai Kota Bandar.

Baca Juga  Mantan Kades Ditetapkan Tersangka Kasus PKH

“Ini merupakan Wisata Heritage dari beberapa etnis di Kabupaten Gresik, sekaligus penataan promosi Gresik Kota Bandar yang sejak abad 17 pelabuhan Gresik menjadi tempat transit rempah-rempah,” ujar Ida

Dia menjelaskan, tujuh ruas jalan di kawasan wisata ini akan mulai dilakukan revitalisasi secara bertahap pada Februari mendatang dan ditargetkan selesai pada tahun ini. “Dengan beberapa tahapan yang akan dimulai dari bulan Februari lalu,” ucap Ida.

Menurut dia, desain grafis saluran drainase untuk revitalisasi di kawasan heritage itu dengan estimasi 240 hari dari tujuh ruas jalan, dengan anggaran dari APBN tahun 2021-2022.

“Sedangkan untuk anggaran APBD penataan kawasan tematik di tahun 2021 sudah terealisasi di Kampung Pecinan, dan masih ada tahap lanjutan juga di Kampung Pecinan, Kampung Kolonial Kelurahan Bedilan, dan Kampung Pribumi atau Peranakan Kelurahan Pekelingan di APBD tahun 2022 ini,” jelas dia.

Ida menambahkan, ke depan akan terus dilakukan sejumlah perbaikan lainnya, seperti menjadikan area bebas kabel di wisata heritage. Selain itu, saat proses revitalisasi drainase juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas, sehingga masyarakat dan pengendara tidak terganggu dengan pembangunan destinasi wisata ini. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Buka Layanan Pengaduan Dugaan Eksploitasi Terkait Kasus SPI Kota Batu
Artikulli tjetërSuami di Surabaya Jual Istri, Pasang Tarif Ratusan Ribu

Tinggalkan Balasan