GMF AeroAsia Capai Revenue 337 Juta USD    

46

CENGKARENG kabarjawatimur.com) – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang jasa perawatan pesawat, reparasi, dan overhaul,mencapai kinerja positif di bulan terakhir 2016.

Hal ini dibuktikan dengan pencapaian revenue hingga November 2016 sebesar 337 Juta USD, atau 91.6% dari target yang dicanangkan. Berdasarkan surat elektronik kepada kabarjawatimur.com menyebutkan, nett profit margin yang dicatat sudah mencapai 55.6 Juta USD atau 120% dari target yang dicanangkan sebesar 46 Juta USD.

“Sejalan dengan pencapaian kinerja GMF di tahun 2016, pemegang saham juga telah memutuskan target pencapaian di tahun 2017 yaitu untuk pencapaian revenue sebesar 454 juta US Dollar serta nett profit sebesar 69 Juta USD,” ujar Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo, Jumat (30/12/2016).

Dia menambahkan, kinerja positif di 2016 dan target kinerja 2017 ini menjadi landasan bagi GMF dalam mencapai visinya di tahun 2020 sebagai Top 10 MROs in The World. Peningkatan target ini sekaligus sebagai bentuk kepercayaan pemegang saham terhadap kinerja GMF yang terus bergerak kearah positif.

Kendati menjawab tantangan 2017, Julianto optimis,kinerja GMF memiliki rencana jangka menengah dan jangka panjang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan internal sekaligus mengantisipasi kondisi eksternal.

Baca Juga  Rampok Gasak Uang Nasabah BRI Jember Rp148 Juta

Ekspansi bisnis GMF adalah salah satu pilar strategi perusahaan selain dua pilar lain yaitu Human Centric dan Technoogy Driven, terus dilaksanakan dengan berapa rencana yang sedang dimatangkan dan siap dieksekusi di tahun 2017, lanjut dia.

“Ketersediaan kapasitas menjadi perhatian GMF karena pertumbuhan pasar perawatan pesawat yang sangat cepat. Sebab pengembangan fasilitas perawatan, GMF juga berkaitan erat mempertimbangkan rencana Garuda Indonesia sebagai induk usaha dan customer utama, serta pemegang saham mayoritas GMF,” tegasnya.

Loading...

Disebutkan, untuk pengembangan kapasitas GMF di area Batam misalnya. Menurut Juliandra, pemilihan Batam sebagai lokasi pengembangan bisnis didasari oleh aksesibilitas Batam yang dekat dengan aviation center regional Asia yaitu Singapura serta faktor lain yang sangat mendukung.

Selain itu, ditunjuknya GMF sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) oleh Dirjen Bea dan Cukai pada Oktober lalu juga menjadi peluang bisnis GMF yang dikembangkan di wilayah Batam.

“Pembangunan fasilitas perawatan pesawat dan pendukungnya kami harap mampu memberikan manfaat yang cukup besar bukan hanya bagi GMF namun bagi industri aviasi dan MRO serta perekonomian Batam kedepan. Dan sudah mendapat dukungan pemerintah setempat,” katanya.

Baca Juga  Berangkatkan Calon Jemaah Haji, Bupati Titip Doa Untuk Lamongan

Pengembangan usahanya di Bintan melalui kesepakatan kerjasama dengan Bintan Aviation Investment pada Desember 2014 lalu, sebut Julianto juga bagian upaya melakukan terminasi atau pengakhiran kerjasama.

“Keputusan ini diambil berdasarkan telah lewatnya masa perjanjian yang disepakati pada saat itu, namun proyek yang disepakati belum dilaksanakan”ujarnya. Hal ini juga merujuk pada arahan pemegang saham perseroan untuk kebaikan kedua  belah pihak sehingga kerjasama tersebut dievaluasi kembali, dan perjanjian yang pernah dilakukan diakhiri.

Lebih lanjut dikatakan, rencana pengembangan bisnis GMF di Batam, juga tidak menutup kemungkinan dilakukan melalui partnership dengan berbagai pihak untuk menjalankan proyek tersebut, seperti halnya yang sudah dilakukan dengan MMF untuk menggarap pasar general aviation di area timur Indonesia khusunya Manado dan Biak.

Lahan-lahan serta fasilitas hanggar yang sudah ada di Batam, Manado maupun Biak merupakan kesempatan bagi GMF dalam mengembangkan bisnisnya. “Dengan strategic partnership dan dukungan optimal dari pemerintah selama ini menjadi pemacu semangat untuk pengembangan kapasitas perawatan pesawat baik di Batam, maupun kawasan timur Indonesia dapat dilaksanakan di tahun 2017,” tutupnya.

Penulis  : Corsec GMF AeroAsia, Editor : Budi, Publisher: Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakTanpa Paspor, 143 WNA Dirazia di Hotel Malang
Artikulli tjetërCabuli Gadis Hingga Hamil, Janji Dinikahi, Ternyata Pelaku Ingkar Janji

Tinggalkan Balasan