Pemuda Jember demonstrasi gedung Merah Putih dorong KPK usut dugaan penyelewengan dana Covid-19.

JAKARTA, (Kabarjawatimur.com) – Belasan orang diaspora Jember di Jakarta yang menamakan diri ‘Aliansi Jember Berdikari’ melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Royal Jl. Kuningan Persada Jakarta Selatan sekira pukul 14.40 Jum’at siang (18/6/2021).

Para demonstran yang rata-rata pemuda itu membeber sebuah spanduk kain putih bertulisan “KPK Segera panggil bupati Jember, Faida”

Mereka melakukan aksi untuk mendesak agar KPK segera mengusut tuntas kasus korupsi anggaran Covid-19 di Jember yang diduga kuat melibatkan Faida selaku bupati Jember.

Selain berorasi mereka juga memampang dua kertas karton bertuliskan “Periksa Maling Dana Covid-19 di Jember” dan satu lagi tertulis “Usut Dana covid-19, 107 Miliyar Rupiah di Jember”.

Bergantian, korlap aksi berorasi menyuarakan keterlibatan Faida kasus Korupsi Dana covid-19.
Mereka Meminta Ketua KPK Firly Bahuri untuk segera memeriksa Faida selaku mantan Bupati Jember yang telah Korupsi Dana covid-19.

Baca Juga  Peringati HUT ke-76 TNI AL, Vaksinator AAL Kembali Sasar 750 Civitas Akademika Umsida dan Smamda Sidoarjo

Para demonstran dalam orasinya menyebutkan BPK mengeluarkan opini tidak wajar dengan adanya temuan dana sebesar Rp 107 miliar yang berpotensi tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Loading...

”Anggaran ini di cairkan pada tahun 2020. DPRD setempat juga telah memanggil Ibu Faida, tetapi selalu Mangkir dari panggilan DPRD,” kata korlap aksi dalam orasinya.

”Kami menduga Bupati Jember ibu Faida Korupsi anggaran covid-19 untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan masyarakat Jember,” imbuhnya.

Merek mendesak Firly Bahuri untuk segera mengusut tuntas kasus korupsi anggaran Covid-19 di Kabupaten Jember.

Alasannya anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan Masyarakat Jember, untuk memperkaya diri sendiri.

”Ini harus menjadi atensi kepada pimpinan KPK untuk segera memberangus tindak pidana Korupsi, terutama di Kabupaten Jember,” katanya.

Baca Juga  Komisi B Minta Pansel Rekrutmen Direksi PDAM Bekerja Profesional

Aksi mereka tidak berlangsung lama, hanya sekira 20 menit. Namun aksi berjalan tertib dengan pengawalan ketat puluhan petugas kepolisian.

Dihubungi melalui telpon, Tanzul, mahasiswa asal Jember sebagai korlap aksi memang sengaja tidak ingin ada audiensi dengan Pimpinan KPK dalam aksi sore tadi.

“Kami hanya ingin agar KPK memperhatikan aspirasi dari masyarakat disini khususnya dari teman-teman mahasiswa asal Jember yang berada di Jakarta,” ujarnya.

Berikutnya, lanjutnya, kami akan kumpulkan bukti-bukti lebih lengkap “Untuk kemudian akan kami serahkan kepada KPK sebagai aduan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaPanglima TNI dan Kapolri Dengarkan Keluhan Warga Bangkalan
Berita berikutnyaKasal Hadiahi 15 Motor Untuk Prajurit Berdedikasi Tinggi di Tual

Tinggalkan Balasan