Gepal Beri Raport Merah Rezim Pemerintah Gresik

100
Puluhan aktivis Gepal saat menggelar demo di depan kantor DPRD Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Aksi demo berlangsung di depan DPRD Gresik, Kamis (3/9/2020). Massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Penolak Lupa (Gepal) menyuarakan sejumlah kegagalan dan memberikan raport merah terhadap rezim pemerintah Gresik.

Oleh karena itu, pendemo pun menolak calon pemimpin yang menjadi representasi rezim pemerintah. Kendati tidak disebutkan secara gamblang, namun calon pemimpin itu mengarah pada petahana yang maju di Pilbup Gresik.

“Kami tidak ada kepentingan di Pilbup Gresik. Tapi kami menolak paslon yang menjadi bagian dari rezim pemerintahan saat ini. Karena selama ini gagal mengemban amant rakyat,” papar korlap aksi Syaifudin KC, Kamis (3/9/2020).

Saat unjuk rasa, para aktivis tampak membawa nisan bertabur bunga sebagai simbol kematian demokrasi. Tampak pula spanduk bertuliskan matinya demokrasi dan menolak lupa kriminalisasi gerakan save alun-alun Gresik.

Baca Juga  Terpapar Covid-19, Dokter di Banyuwangi Meninggal Dunia
Loading...

“Kriminalisasi gerakan save alun-alun ini menunjukkan adanya penindasan terhadap rakyat yang menuntut haknya. Rakyat justru dibenturkan dengan kekuatan aparatur sipil. Ini bukti bukti adanya penindasan dan anti demokrasi,” ucapnya.

Haris S Faqih, salah satu orator pendemo membeberkan sejumlah kegagalan selama rezim pemerintahan memimpin Gresik. Diantaranya masalah pendidikan, keesehatan, infrastruktur, ketenagakerjaan, penataan PKL dan Kesenian serta Kebudayaan.

“Perlu diingat di Gresik ini biaya pendidikan masih mahal, jalan rusak dimana-mana dan masalah banjir yang belum teratasi. Dan banyaknya pabrik yang berdiri di Gresik tidak mampu mengurangi angka pengangguran,” papar pria yang akrab disapa Bogel ini.

Selama demo berlangsung, tidak satupun anggota dewan yang terlihat menemui aktivis Gepal. Hingga malam ini, massa masih bertahan di bekas alun-alun yang kini berubah menjadi bangunan Islamic Centre. (*)

Baca Juga  FESyar Jawa 2020 Pencapaian Business Matching Sebesar Rp 3,5 Triliun

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan