GenBI Sosialisasi Parenting dan Pendidikan Pertumbuhan Anak

70

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Keluarga adalah sekolah pertama yang membentuk karakter anak. Parenting bukan sekedar mengasuh anak, namun orang tua harus mendidik, membimbing dan turut mengikuti perkembangan anak.

Terlebih adanya situasi pandemi, penggunaan internet yang sangat mempengaruhi dan mudah ditiru oleh anak. Orang tua dengan pekerjaan sebagai petani notabennya memiliki aktivitas tani yang padat setiap hari dan justru lebih rawan lepas kontrol dalam mengawasi anak dari bahaya penggunaan internet.

Menjawab problematika tersebut, pada Minggu (7/10/2021), GenBI Jember mengadakan Bijar Care to Village dengan mengusung tema “Parenting dan Pendidikan Anak” diselenggarakan di PAUD Mawar 2, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Partisipan kegiatan adalah wali murid yang berprofesi sebagai petani.

Adapun sosialisasi tersebut menghadirkan 4 pemateri yakni Ernawati Masyhudah selaku PKH, Yuliati Kader Posyandu, Nugraha Bayu Syahputra dan M. F. Albar selaku Fasilitator Forum Anak Jember melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendampingan anak dalam dunia pendidikan.

Baca Juga  MI Wachid Hasyim Wonomlati Krembung Adakan Gebyar Vaksin Anak Bersinergi dengan Polsek Krembung

“Sebenarnya kita punya program sekolah binaan disini yang menyasar anaknya, lalu terpikirkanlah untuk kita menyasar orang tua nya, supaya tujuan yang bisa kita peroleh lebih tercapai yakni memberikan edukasi tentang parenting dan termotivasi menyekolahkan anaknya lebih tinggi,” ujar Robiatul Adawiyah, Team Leader Bijar GenBI Jember.

Loading...

“Karena sudah mendapat materi yang komprehensif, harapan kami ke depan ialah semoga ibu-ibu dapat lebih mengontrol anaknya, serta anak-anak disini bisa sekolah lebih tinggi guna mencapai kesuksesan,” imbuh Robi.

Senada, Pipit, wali murid dari Akbar, ungkap kesan dan pesan dalam sosialisasi kali ini.
“Senang karena dapat ilmu baru. Kalau saya ingin anaknya sukses semuanya, ibu-ibu makin perhatian ke anaknya bukan fokus ke hp nya,” tangkasnya.

Baca Juga  Hadiri Pembukaan KKN Unugiri, Begini Pesan Bupati Bojonegoro

“Ketika memberikan materi tadi saya perlu menyiapkan mental, karena biasanya menghadapi anak-anak, namun berbeda di kegiatan ini malah memberikan materinya kepada wali murid. Orang tua yang hadir juga antusias sharing berbagi pengalaman menjadi edukasi pola asuh yang baru di rumah,” ujar Albar.

Bayu juga mengatakan pola asuh anak tidak bisa dianggap enteng dan membutuhkan dukungan dari beberapa pihak.

“Harapan dari kami, hak-hak anaknya seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan harus terjamin dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan tempat bermain. Jika tidak terjamin, hal tersebut masuk ke dalam pelanggaran hak anak. Kami berharap di desa Suci akan terbentuk Forum Anak Desa. Forum ini dapat dibentuk lewat kerja sama antar pemerintah desa dengan stakeholder terkait, supaya mewadahi anak berkegiatan secara maksimal,” jelasnya. (*)

Loading...
Berita sebelumyaPencuri Motor Milik Hansip di Surabaya Terekam CCTV
Berita berikutnyaMinta Lepas dari Dusun Pancer, Ketua RT dan RW Pulau Merah Banyuwangi Ramai-Ramai Kembalikan Stempel

Tinggalkan Balasan