Gegara Pilkades, Pria Sampang Tikam Warga Hingga Tewas

487
Pelaku pembunuhan didampingi Kapolres Sampang

SAMPANG, (Kabarjawatimur.com) –
Kasus pembunuhan yang disebabkan perbedaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Sampang berhasil terungkap. Satreskrim Polres Sampang, Madura berhasil membekuk pelaku pembunuhan di Dusun Bliker, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah pada, Kamis (28/5/2020).

Pelaku pembunuhan bernama Suradi (45) warga Bliker, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobenah, Kabupaten Sampang. Sementara, korbannya bernama Maswara (45) warga Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra mengatakan, bahwa pelaku pembunuhan warga Pasean Pamekasan yang sempat kabur sudah berhasil ditangkap oleh tim Reskrim Polres Sampang.

Awal mula peristiwa tersebut terjadi pada harl Jumat tanggal 22 Meret 2020 sekira pukul 16.00 WIB, ketika tersangka berada di rumah mendapat informasi bahwa korban ada di lokasi di Dusub Bliker Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang.

Loading...
Baca Juga  Pasca Banjir Pragaan, Bupati Sumenep Gerak Cepat Tinjau Lokasi Terdampak

“Saat itu juga tersangka langsung menuju ke lokasi sambil membawa sebilah pisau dan sesampainya di lokasi tersangka langsung menusuk perut korban samping kiri sebanyak 2 kali dan kemudian melarikan diri,” kata Didit, pada Kamis (28/5/2020).

Pembunuhan itu dipicu, pada tahun 2013 terjadi dukung mendukung Pilkades Ds.Tamberu Daya Kec. Sokobanah Kab. Sampang di mana pihak tersangka mendukung pemenang dan korban mendukung pihak yang kalah.

Lalu, pada tahun 2015 tersangka bertemu kembali dengan korban di pasar Tamberu Barat Kec. Sokobanah Kab. Sampang dan tersangka di tampar pipinya serta di ancam akan di bunuh dengan menggunakan celurit oleh korban.

“Karena tersangka Suradi dianggap telah mengalahkan Samli, sehingga tersangka melarikan diri, dan sejak peristiwa tersebut tersangka merasa malu karena di permalukan didepan orang banyak dan akan membalas dendamnya dengan membunuh korbannya,” tambah Didit.

Baca Juga  Honda Jazz Oleng Tabrak Trotoar, Sopir Diduga Mabuk

Barang bukti yang juga diamankan berupa pisau tanpa pengaman dan baju korban. Tersangka dijerat pasal 338 KUHP atau pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

Reporter : Heni

Loading...
Artikulli paraprakResmikan Loket New Normal dan Investasi, BPN Gresik Klaim Pertama di Indonesia
Artikulli tjetërTak Ada Ampun, Residivis Main di Surabaya ‘Di Door’

Tinggalkan Balasan