Garda Bangsa saat di Situs sejarah Petilasan Prabu Tawang Alun, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Peduli terhadap situs sejarah di Bumi Blambangan, Garda Bangsa Banyuwangi menggelar bakti sosial di situs sejarah petilasan Prabu Tawang Alun, di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat.

Sekretaris Garda Bangsa Banyuwangi, Herwin Kurniadi mengatakan, aksi ini digelar sejalan dengan komitmen Garda Bangsa yakni salah satunya adalah melestarikan situs peninggalan bersejarah di Kabupaten Banyuwangi.

Maka dari itu, aksi ini kata Herwin adalah salah satu dari komitmennya untuk melestarikan situs bersejarah para leluluhur Banyuwangi. Makanya kali ini, pihaknya bersama sama sengaja menggelar aksi bersih-bersih situs Petilasan Tawang Alun Macan Putih.

“Dimana tempat-tempat dari masa lalu seperti ini akan terus bertahan untuk dapat dipelajari oleh manusia dimasa depan,” terangnya.

Sekedar diketahui, situs Macan Putih ini dahulu kala merupakan hutan Sudimoro yang dibabat untuk dijadikan Ibu Kota Kerajaan Blambangan pada masa pemerintahan Prabu Tawangalun (1655 -1691). Dinamakan situs Macan Putih itu karena keyakinan masyarakat Banyuwangi bahwa Prabu Tawang Alun selalu didampingi oleh seekor Macan Putih atau harimau putih.

Aksi sosial ini menunjukan bahwa Garda Bangsa Banyuwangi turut berperan aktif dalam menjaga warisan dan meneruskan semangat perjuangan para leluhur bangsa.

“Pemuda yang luhur ialah dia yang selalu menghargai jasa para leluhur. Kami diciptakan ada oleh Allah SWT di dunia ini melalui perantara para leluhur-leluhur kita itu,” ujar Ketua DKC Garda Bangsa Banyuwangi, Dzulfikar Rezky.

Baca Juga  Pria ini Dihajar Warga, Kepergok Curi Sepasang Sepatu Wanita

Moment Pilkada Banyuwangi

Rezky yang juga masih keturunan langsung dari Prabu Tawang Alun menegaskan, pada Pilkada serentak tahun 2020, harapan mereka kepada Cabup-Cawabup Banyuwangi periode mendatang ada pemimpin Banyuwangi lebih serius melestarikan situs bersejarah dan menekankan agar pemimpin baru nantinya lebih memperhatikan kemakmuran hidup warga lokal.

“Siapapun yang ditakdirkan oleh Allah nanti. Kami mohon betul agar serius memaksimalkan pelestarian situs bersejarah di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Tolong juga maksimalkan betul kesejahteraan hidup para kiai-kiai kampung, bu nyai kampung, petani lokal, nelayan lokal, pengusaha mikro, seniman dan budayawan lokal Banyuwangi. Jangan hanya mengambil SDM dari luar kota,” ujarnya.

Jangan sampai, lanjutnya, menjualnya ke orang luar Banyuwangi untuk kepentingan pribadinya dan memamerkan angka-angka, destinasi wisata yang telah kita miliki sejak dahulu kala ini.

“Jadi harus mampu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga Banyuwangi sendiri,” tegas alumni Pondok Pesantren Darun Najah Banyuwangi ini.

Loading...

Sebelum menyelesaikan aksi bhakti sosialnya di Macan Putih. Garda Bangsa meminta do’a kepada masyarakat sekitar agar tetap diberikan kekuatan oleh Allah dalam menebar kebaikan dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.

“Mohon do’akan kami agar selalu diberi kesehatan, kekuatan dan ke-istiqomahan dalam melakukan hal-hal positif ini untuk mewujudkan aksi melayani Indonesia. Terkhusus untuk menggugah semangat hidup makmur bareng-bareng seluruh masyarakat Banyuwangi yang kita cintai ini,” harapnya.

Baca Juga  Hendy Siswanto Palsu 'Prank' Takmir Masjid

Sebelum meninggalkan lokasi petilasan Prabu Tawang Alun Macan Putih. Ketua DKC Garda Bangsa Banyuwangi menyerahkan bantuan langsung kepada juru kunci Macan Putih berupa; 1 mushaf Al-Qur’an, 1 lembar kain sajadah, 1 kaleng cat warna putih, 1 kaleng cat warna hijau, 1 sak berisi semen, 1 karung beras, 1 kilo minyak goreng, 1 kilo telor ayam kampung.

Rezky menjelaskan bahwa semua dia beli dari merogoh kocek pribadinya, tanpa ada sponsor dari pihak manapun. Murni bantuan itu sebagai bentuk penghormatan atas jasa juru kunci petilasan macan putih Banyuwangi.

“Bantuan ini dari kantong saya pribadi, gak pakai sponsor-sponsoran dari pihak manapun. Mengingat Tawangalun juga adalah masih buyut saya dan Pak Selamet Riyadi (juru kunci) ini yang jaga petilasannya turun temurun dari dulu juga. Enggak ada salahnya sebagai bentuk ucapan terimaksih saya. Sebisa saya membantu seperti ini,” sambungnya.

Ditanya mengapa seluruh bentuk bantuannya serba dalam hitungan satu. Sembari menaiki kendaraannya ia menjawab singkat.

“Satu itu keren,” tutupnya sambil tersenyum.

Sekedar diketahui, aksi ini juga diikuti oleh Sekretaris Herwin Kurniadi, Wakil Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Pertanian Deddy Zulkarnain, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Vokasi dan Pengembangan SDM Dhimas Ikhlasul Amal bersama masyarakat sekitar.

Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh pemuda Nurul Adrianto, Irwan Hidayat, da’i, serta juru kunci petilasan Macan Putih, Slamet Riyadi. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaMaling Motor Jalan Kenjeran Nyaris Tewas Dihajar Warga
Berita berikutnyaSales Cantik di Surabaya Dibekuk Polisi Saat di Kamar

Tinggalkan Balasan