Plt Kalapas Sarwito dengan jajaran petugas Lapas Kelas II A Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Kasus penganiayaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Jember ditindak lanjuti internal Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

Sejumlah personil dari Tim Gabungan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI bersama Kanwil Kemenkumham Jawa Timur terjun langsung ke Lapas Jember.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada 4 orang warga binaan dan 3 orang petugas Lapas Kelas 2A Jember yang diperiksa.

“Warga binaan (sebelumnya) ada 4 yang diperiksa, kini dilanjutkan pemeriksaan dengan ada 3 petugas (Lapas) yang diperiksa,” kata Plh. Kalapas Kelas 2A Jember Sarwito saat dikonfirmasi sejumlah wartawa di Lapas Kelas 2A Jember, Senin (4/10/2021).

Informasi yang diterima awak media, Tim Gabungan juga telah memeriksa salah seorang petugas senior berpengaruh di Lapas berinisial DD.

Baca Juga  Kades Sumberagung Banyuwangi Diduga 'Bohong' Lagi 

“Hari ini, tim gabungan itu melanjutkan penyelidikan, dan ada satu (petugas lagi) yang (juga ikut) diperiksa,” ungkapnya.

Namun saat ditanya bagaimana hasilnya, Sarwito yang juga menjabat sebagai Kalapas Bondowoso mengaku belum mengetahui hasilnya.

Loading...

“Masih berlangsung prosesnya (pemeriksaan). Untuk hasilnya belum ada. Tapi nanti akan disampaikan jika sudah selesai,” ucapnya.

Perlu diketahui, terkait adanya kasus penganiayaan bahkan sampai terekam video. Melibatkan para penghuni di dalam Lapas Kelas 2A Jember.

“Pelaku pemukulan berinisial IP pernah terlibat kasus pembunuhan dengan vonis hukuma 18 tahun. Dia sudah menjalani sekitar 2-3 tahun masa tahanan. Kemudian korbannya inisial AM kasus pencurian HP (ponsel),” kata Sarwito.

Baca Juga  Petani Jember Pilih Porang untuk Lahan Tak Produktif

Terjadinya penganiayaan, kata Sarwito, karena korban dituduh sebagai SP atau mata-mata polisi saat diluar lapas.

“Kemudian karena itu, di dalam (Lapas) agak rawan. Saat itu AM masih baru masuk dan pengenalan lingkungan. Penganiayaan terjadi saat korban akan beli minuman. Kejadian pemukulan sekitar 4 September 2021 lalu,” jelasnya.

Kemudian karena itu, lanjutnya, karena dianggap pembuat onar. Pelaku pemukulan IP dipindah ke Lapas High Risk di Nusakambangan.

“Selain IP yang dipindah, juga yang merekam video inisial SA ikut dipindah. Dia terlibat kasus narkoba dengan vonis 4 tahun, dan sudah menjalani vonis kurang lebih setahun,” pungkasnya.(ark/vin)

Loading...
Berita sebelumyaAAL Gelar Doa Bersama Jelang HUT TNI ke-76 Tahun 2021
Berita berikutnyaKeluarga Siswa SMA di Jember Meninggal Pasca Vaksinasi Kecewa Dengan Kepala Puskesmas Cakru

Tinggalkan Balasan