BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Muhammad Nizam (37) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur memiliki angan-angan dan mengidolakan profesi Polisi.

Sayangnya, pria yang pernah di hukum dua kali ini harus berurusan dengan Polisi sesungguhnya, setelah di bekuk oleh Satreskrim Polres Blitar Kota, pada Senin (21/10/2019) malam di rumahnya.

Waka Polres Blitar Kota, Kompol Nurhalim mengatakan, ditangkapnya pria berbadan tegap ini, setelah petugas kepolisian melakukan penyelidikan atas laporan tiga pemuda yang menjadi korban perampasan dengan modus mengaku sebagai Polisi sedang Patroli.

“Ketiga korban melapor ke Mapolres Blitar Kota pada Sabtu malam (12/10/2019) karena korban menderita kehilangan 3 buah Hp dan uang 350 ribu rupiah,” kata Kompol Nurhalim.

Kasus ini sendiri bermula pada Sabtu malam (12/10/2019) sekira pukul 19.00 WIB, ketiga pemuda tersebut sedang bermain Futsal di Lapangan Futsal Mareno di Jalan Ciliwung Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Usai bermain futsal, ketiganya pergi untuk mencari makan malam di seputaran Makam BK.

Baca Juga  Polisi Jember Tangkap 'Malin Kundang', Eh Maling Kutang

Tiba-tiba korban diberhentikan pelaku yang mengendarai Motor Honda CBR Merah, dan pelaku yang mengenakan jaket Coklat mengaku bahwa dirinya Polisi yang sedang Patroli.

Loading...

Berlagak bak seorang Polisi sesungguhnya, pelaku menanyakan identitas para korban dan menggeledah para korban. Akhirnya, pelaku berhasil membawa 3 buah Hp dan dompet salah satu korbannya.

”Setelah berhasil menyita 3 buah Hp dan sebuah dompet, ia mengatakan bahwa korban di tunggu di Pos Polisi untuk mengambil Hpnya,” katanya.

“Ternyata korban sesampainya di Pos Polisi tidak menemui Polisi. Termasuk tersangka, merasa tetipu dan berunding akhirnya mereka lapor ke Mapolres,” tambah mantan Kabag Ops Polres Bangkalan ini.

Dengan berbekal laporan itu, polisi berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku, dan kendaraanya. Akhirnya Unit Reskrim Polres Blitar Kota bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil ditangkap.

Baca Juga  Duh! Perempuan-Perempuan Desa di Jember Jadi Korban Begal Payudara

Kompol Nur Halim menyebut pihaknya mengidentifikasi posisi pelaku dari nomor ponsel korban. Polisi lalu meringkus pelaku yang bersembunyi di Kanigoro.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 378 dan 362 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” jelas Kompol Nurhalim.

Dalam pengakuannya, pelaku mengaku aksinya di jalani sendirian. “Memang dulu masih sekolah SMP saya pingin jadi polisi. Tapi dulu,” terang Nizam kepada wartawan. (*)

Reporter: Dwi Hari

Loading...
Berita sebelumyaJemput Bola, Dispendukcapil Bangkalan Lakukan Perekaman E-KTP di Desa Galis
Berita berikutnya30 Lembaga Negara Ikuti Legal Expo 2019

Tinggalkan Balasan