Gandeng Ponpes, BI Perkuat Ekonomi Umat

12

SURABAYA (kabarjawatimur.com) –
Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Jawa Timur menyiapkan agenda besar untuk memperkuat ekonomi umat lewat pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur. 

Ada 17 Ponpes besar di Jawa Timur dilibatkan dalam agenda Temu Bisnis Pesantren, selama 2 hari di Universitas Darussalam, Ponpes Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Sejumlah persiapan dilakukan Bank Indonesia KPw Jawa Timur. Diantaranya Sosialisasi dan Diskusi Temu Bisnis Pesantren, dengan mengundang sejumlah stake holder Bank Indonesia yang diselengarakan di Kantor Bank Indonesia KPw Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, hadir diantaranya dari Ponpes Al Amin Pamekasan, Ponpes Tebu Ireng Jombang, Ponpes Darussalam Gontor, dan beberapa Ponpes lainnya.

Tak ketinggalan, juga turut dilibatkan dari tim ahli Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA, Samsul Hadi mewakili Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Jawa Timur (ISMI Jatim), Margo Herlambang dari Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB), dan pimpinan Bank Indonesia KPw Jatim.

Jamhadi selaku ketua Kadin Surabaya sekaligus
mewakili KADIN Jatim di menjadi salah satu key note speaker mengangkat tema “Standar Kelayakan Dalam Membangun Kerjasama Usaha”.

“Jawa Timur dengan jumlah penduduk kurang lebih 39 juta jiwa memiliki kontribusi terbesar kedua nasional sebesar 16% serta sebagai provinsi yang memiliki daya saing tertinggi kedua diantara provinsi-provinsi se Indonesia,” ujarnya, Sabtu (11/08/2017).

Baca Juga  Kandang Ayam di Tuban Terbakar, Pengusaha Merugi Milyaran Rupiah

Disebutkan untuk jumlah angkatan kerja di Jawa Timur sebanyak 22 juta orang, dengan komposisi 27% petani, 25% di bidang konstruksi, 16% di hotel dan distribusi, serta 5% di sektor transportasi dan komunikasi.

Sedangkan dari data Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), sebuah lembaga di bawah Nahdlatul Ulama (NU) mencatat Jawa Timur terdapat 8.000 pondok pesantren. “Itu merupakan berkah tersendiri bagi Jawa Timur untuk mengembangkan usaha berbasis syariah,” kata Jamhadi.

Loading...

BI perwakilan Jawa Timur bersama Ponpes se Jawa Timur bertujuan untuk menumbuhkembangkan usaha berbasis syariah termasuk di dalamnya produk halal.
Termasuk pesantren-pesantren yang menerapkan Baitul Maal wat Tamwil (BMT), sekolah hingga rumah sakit.

Artinya, Jamhadi melanjutkan kategori produk halal dan bisnis syariah sangat potensi untuk umat islam di Indonesia. Produk halal meliputi makanan dan minuman, kosmetik bisnis syariah perhotelan, rumah sakit, BMT, transportasi, wisata religi, hingga pendidikan.

“Nilai bisnis halal dan syariah mencapai USD 6 miliar dengan melayani sekitar 3 miliar penduduk dunia,” ujarnya.

Baca Juga  Dari Pengedar Barang Jalan Kunti, Polisi Amankan Puluhan Poket Siap Edar

Selain itu, peluang usaha tersebut, usaha kreatif sangat besar potensinya. Rata-rata negara yang dapat pendidikan kreatif memiliki income per kapita kaya dan sejahtera.

“Jatim tercatat untuk income per kapitanya masih 4000. Untuk itu, kurikulum sektor pendidikan harus adaptif dan update termasuk diajarkan menyiapkan business plan untuk ide jadi bisnis,” tambahnya.

Mengingat tentang tantangan dunia usaha di era global ini, yang jadi tantangan adalah menghadapi laju pertumbuhan dikenal dengan ‘East Java Globl Economic Service’.

Tantangan dunia usaha di era global meliputi daya saing usaha, birokrasi usaha, tumpang tindih peraturan perundangan terkait dunia usaha, keselarasan dan kecepatan koordinasi pusat dan daerah, logistic cost, infastruktur, upah naik terus, produktivitas dan tenaga kerja, faktor eksternal, rasio jumlah usaha belum cukup.

Justr dengan adanya pertemuan bisnis ini diharapkan ada solusi yang harus dilakukan. Misalnya dengan mengali kekayaan intelektual dari masyarakat Jatim, dan adanya paket kebijakan pusat dan daerah.

Sehingga dengan tantangan yang ada akan menjadi peluang usaha dan bisa ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat muslim khususnya.

Reporter :Rusmiyanto
Editor :Abidin
Publisher :Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakInilah Tahapan-Tahapan Pengisian Perangkat Desa Di Bojonegoro
Artikulli tjetërKebakaran Akibat Konsleting Listrik Hampir Ludeskan Rumah Warga Plumpang

Tinggalkan Balasan