‘Gak Murel Gak Mbadok’ Purel Menuntut di Balai Kota Surabaya

70724
Pendemo di Balai Kota Surabaya

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Janji ribuan pekerja seni dan pekerja hiburan malam untuk menduduki Balai Kota Surabaya, Senin (3/8/2020) terbukti. Ribuan pekerja malam yang kebanyakan wanita ini berkumpul di Jalan Sedap Malam dengan membentangkan puluhan spanduk. Salah satu spanduk yang dibawa bertuliskan ‘Gak Murel Gak Mbadok‘.

Ribuan pekerja malam tersebut menuntut agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencabut Perwali 33 tahun 2020 yang dirasa sangat merugikan bagi pengusaha, karyawan, dan pekerja di tempat hiburan malam.

Wanita pekerja malam dalam tuntutannya juga meneriakan agar Tri Rismaharini segera mencabut Perwali. “Cabut cabut cabut, kos kosan, susu dan beras bukan pemerintah yang bayar,” teriak salah satu pendemo, Senin (3/8/2020).

Senada dengan wanita pekerja malam, perwakilan pendemo di atas mobil juga menyatakan, jika mereka berkumpul di Balai Kota ini untuk menuntut agar Perwali dicabut karena sangat merugikan.

Baca Juga  Jual Dua Unit HP, Pria ini Malah Ditangkap Polisi

“Dengan Perwali ini banyak sekali merugikan pekerja dan kami akhirnya mengadu ke Ormas Pemuda Pancasila (PP), agar Ibu Wali Kota mencabut perwali tersebut,” teriaknya.

Loading...

Sebelumnya, Ketua Badan Pekerja dan Buruh Pemuda Pancasila (PP), Nurdin Longgari mengatakan, di Perwali Nomor 33 tahun 2020 atas perubahan Perwali Nomor 28 tahun 2020 ini, RHU tidak diizinkan untuk mengoperasikan atau membuka usahanya.

“Ketika ada Perwali 33 tahun 2020 atas perubahan Perwali 28, ini yang membuat kita harus tutup dan sangat berbahaya bagi para pekerja malam,” tambah Nurdin.

Di Perwali 33 tahun 2020, banyak sekali karyawan RHU tidak bisa bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, padahal para pekerja RHU adalah warga Suabaya.

Baca Juga  Sampah Medis Covid-19 Berserakan di Jembatan Suramadu

Dengan adanya pekerja malam yang ngeluruk ke Balai Kota Surabaya, harapannya Pemerintah Kota terutama Wali Kota Surabaya untuk segera merevisi Perwali 33, jika perlu mencabut dan kembali ke Perwali 28 tahun 2020.

“Kami meminta kepada Ibu Risma selaku Wali Kota Surabaya untuk segera merevisi perwali 33 tahun 2020 atau dicabut dan kembali ke Perwali 28 tahun 2020 agar kami dapat bekerja kembali,” pungkas Nurdin.

Aksi damai yang diikuti kurang dari 1.000 pekerja RHU dan pekerja seni di kantor Pemerintahan Balai Kota Surabaya ini berjalan dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (*)

Reporter : Eko

Loading...

6 KOMENTAR

  1. Banyak kerjaan lain yg lebih bermartabat….
    Jual kue rumahan,,jual pecel dan nasi campur by online lebih bergengsi…..
    Pintar2 aja cari peluang di era seperti ini…
    Kalaupun hiburan mlm buka…
    Pengunjung jg akan berkurang….
    Yg biasa kasih tip jg mikir buat kebutuhan…..
    Bisa jd pengunjung jg kena dampak pandemi…
    Smg Allah melancarkan rezeki kalian smua…
    Aamiiin….🤲🤲🤲

  2. “Gak Murel Gak Mbadhok” adalah slogan GOBLOK,mereka gak mikir apa,sebelum jadi purel masih bisa makan dan masih bisa hidup,kok sepertinya meremehkan rahmat Allah hingga berfikir rezeki hanya berasal dari “MUREL”

Tinggalkan Balasan