Gaduh Soal Solar Subsidi di Tuban, Entah Siapa Yang Salah ?

0
Ilustrasi drum dan jurigen untuk mengangkut solar

TUBAN (Kabarjawatimur.com) – Kegaduhan soal dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Tuban, masih menjadi topik hangat perbincangan dan pemberitaan beberapa media online.

Tak hanya membahas sisi penyalahgunaan saja, namun sedikit lebih tajam para pewarta mulai mengupas tuntas terkait modus pengambilan, estimasi keuntungan, sistem jaringan, hingga percaturan politik antar sesama pengusaha.

Dilangsir dari pemberitaan salah satu media online di Tuban, dikabarkan bahwa dugaan praktik pengurasan solar subsidi di SPBU Bogang dan SPBU Pereng masih terus berlangsung, meski sempat terhenti sejenak dikala muncul pemberitaan.

Bahkan, disimpulkan dalam penulisan jika para mafia penguras solar tersebut, saat ini sedang berkamuflase agar tetap bisa melancarkan aksinya. Dicontohkan, pengambilan yang sebelumnya menggunakan kendaraan modif kini diganti menggunakan drum kecil atau jurigen dengan dalih keperluan nelayan maupun pertanian.

Baca Juga  Korban Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan Dipanggil Aparat Ditreskrimum Polda Jatim

Selain itu, kondisi gaduh ini juga mengembang pada opini perseteruan antar sesama mafia penimbun solar, banyak pihak mengasumsikan bahwa kegaduhan sengaja diciptakan dan memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk mendapat jatah kuota solar dari SPBU yang dimaksud.

Loading...

Menyikapi perihal diatas, salah satu aktifis asal Jatirogo Tuban, Hariri Muhartono ikut angkat bicara soal kegaduhan solar subsidi di Bumi Wali. Menurutnya semua sudah tersistem, namun jika masih terjadi Keos dilapangan mungkin saja dikarenakan management atau alur yang terlalu frontal dari para pihak.

“Semua isu yang berkembang saat ini bisa jadi benar adanya, satu sama lain sedang berkonspirasi untuk tujuan atau kepentingan masing-masing. Jika tidak, mestinya semua SPBU yang diduga bermain kan juga ikut ditulis, tidak hanya Bogang dan Pereng saja,” ujar Hariri, Minggu (31/07/2022).

Baca Juga  BMW Indonesia Sajikan X4 xDrive30i M Sport

Selain itu, Hariri mengatakan bahwa kondisi yang terjadi saat ini juga berpotensi memunculkan kembali peristiwa yang sama, hanya saja berbeda SPBU yang menjadi obyeknya nanti.

“Bisa saja terjadi hal serupa karena kepentingan yang sama, entah siapa yang salah itu urusan mereka mas. Intinya APH harus tegas tanpa pandang bulu basmi saja semuanya jika terbukti,” tutup pria yang juga sebagai Ketua LSM Link Kontrol tersebut.

Disisi lain, dari beberapa pemberitaan media online yang ada, selalu tersisip kalimat pertanyaan tentang ketegasan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menertibkan semua kegiatan tersebut.

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakBiasa Beraksi di Merr juga Kenjeran Surabaya, Dua Begal Dibekuk

Tinggalkan Balasan