Gadis Kecil Lumpuh Yatim Piatu Asal Jember yang Butuh Perhatian Khusus

0

JEMBER,(kabarjawatimur.com) – Meisya Chalinda Beryl, bocah malang asal Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Jember, hidup menderita dengan penyakit hydrocephalus dan cerebral palsy (lumpuh tidak bisa menggerakkan tubuhnya).

Setelah 8 tahun kedua orang tua bersama saudara-saudaranya berjuang agar dapat bantuan pemerintah. Sejumlah relawan datang dan memberikan perhatian kepada Meisya.

Menurut seorang relawan Maya Cendrawasih, Meisya kesulitan dapat bantuan. Karena persoalan kartu keluarga (KK).

“Kita menggalang dana, karena setelah kita cek di adminduknya, adek ini ternyata di KK nya tinggal seorang diri. Karena di KK nya (awal) yang lainnya sudah meninggal. Ketika adek ini kita konsultasikan ke Dispenduk, adek ini tidak bisa menjadi kepala keluarga. Karena usia (saat itu) masih 7 tahun,” ujar Maya saat dikonfirmasi disela kunjungannya ke rumah Meisya, Kamis (18/8/2022).

Selanjutnya, kata Maya, para relawan berusaha membantu, dengan menyambungkan komunikasi ke Dispenduk setempat.

“Dari sana, KK adik ini jadi satu dengan keluarga Ngatimah untuk mendapat bantuan. Sambil proses (bantuan datang). Kami gabungan relawan Bensroben, IWJ, dan lainnya berusaha menggalang donasi,” katanya.

Baca Juga  Duh! ART ini Nyambi Ngecer, Nasib Tragis Dipenjara

Kebutuhan awal, lanjut Maya, soal kursi roda.

“Kita mengecek, memang benar adanya kebutuhan kursi roda itukan tidak sembarangan. Kursi roda ada banyak tipe dan macamnya. Nah ketika kami cek memang membutuhkan kursi roda khusus,” sambungnya.

Namun karena harga kursi roda khusus itu dinilai cukup mahal, lanjutnya, pihaknya mencari donasi.

Loading...

“Kemudian ada mas Andi dari Dira Park dengar kondisi Adik Meisya. Kemudian menyumbang kursi roda itu. Langsung ACC dan pesan di Jakarta,” ucapnya.

Terkait persoalan administrasi, Maya menambahkan, Meisya juga tidak memiliki jaminan BPJS Kesehatan.

“Saat masih di KK yang lama. Saat itu bapaknya kan selain serabutan, juga kami tahu pernah kerja jadi buruh pabrik. Nah tapi karena bapaknya meninggal, otomatis jaminan kesehetan dicabut. Hal ini kita sudah laporkan ke kepala dinsos dan ditanggapi sangat positif. Beliau menuturkan akan ada anak buahnya yang akan terjun ke sini untuk mengecek kebutuhan anak ini,” ucapnya.

Baca Juga  Lepas Jalan Sehat Nelayan Pangkah Kulon, Wabup Ajak Warga Budayakan Hidup Sehat

“Nantinya karena sekarang adik ini titip nama KKnya di Bu Ngatimah saudaranya. Nantinya soal jaminan sosial yang kami minta itu kami minta dispensasi khusus, dan bisa diperhatikan oleh dinsos setempat,” tandasnya.

Terpisah, terkait bantuan kursi roda yang diberikan kepada Meisya. Orang yang memberikan belakangan diketahui adalah seorang anggota DPRD Jember Kristian Andi Kurniawan.

Sebagai seorang anggota wakil rakyat, Andi mengaku akan meneruskan proses kebutuhan soal jaminan kesehatan Meisya lewat Pemkb Jember.

“Alhamdulillah kita bisa bantu sesama, dan bersama relawan memberikan bantuan kursi roda kepada Adik Meisya. Karena kita ketahui adik ini mempunyai riwayat penyakit hydrocephalus dan tidak bisa bergerak,” kata pria yang akrab dipanggil Andi ini.

“Saya harap kegiatan ini menggugah perhatian semua termasuk relawan lainnya. Juga pemerintah dapat hadir, khususnya Dinsos, Dinkes, dan Dispenduk. Terkait persoalan KK dan jaminan sosial ataupun soal kesehatannya,” sambung pria yang juga seorang pengusaha ini. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakWartawan TNI-Polri Hingga Kades Ikuti Lomba Dayung di Waduk Gredek Gresik

Tinggalkan Balasan