Ilustrasi

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Seorang gadis berusia 17 tahun sebut saja Bunga warga Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang menjadi korban kelakuan amoral ayah angkatnya bernama Supar (49) warga Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember

Supar telah melakukan aksi bejatnya sejak bulan Desember 2020 lalu.

Peristiwa itu terungkap pasca korban dipergoki menyimpan pil serta ragi tape di dalam tas oleh pamannya.

Karena curiga korban kemudian dicerca pertanyaan oleh pamannya. Korban kemudian mengaku menjadi telah ditiduri pelaku.

Pil dan ragi tape yang dimiliki korban, rencananya untuk melancarkan menstruasinya. Karena telah terlambat datang bulan.

Kepala Desa (Kades) Sidomukti Sunardi saat mendampingi korban, mengatakan korban dipaksa melayani nafsu setan pelaku di rumahnya sendiri.

Sebagai informasi Bunga sejak umur 2 tahun diangkat anak oleh tetangganya, karena kedua orang tuanya bercerai.

“Kemudian ikut dengan ibu angkatnya sejak kecil. Kalau tidak salah sejak umur 2 tahun. Kemudian ibu angkat korban ini menikah dengan (terduga) pelaku itu. Setahu saya tidak ada masalah. Kemudian terungkap kasus asusila ini,” kata Sunardi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu sore (5/6/2021).

Baca Juga  Aksi Dukung Hakim Hukum Berat Dosen Cabuli Keponakan Sendiri

Pasca pengakuan korban, Sunardi kemudian mendampingi untuk melapor ke Mapolres Jember.

Awal korban takut melapor kepada keluarga ataupun polisi setelah menjadi korban ayah angkatnya itu.
“Yang terjadi sejak Desember 2020 itu,” kata Sunardi menirukan ucapan korban.

Loading...

“Karena selalu diancam kalau sampai lapor akan diusir dari rumah oleh (terduga) pelaku,” katanya.

Namun belakangan ternyata korban sempat bercerita kepada ibu angkatnya. Namun, ibu angkatnya menurut Sunardi justru kebingungan hingya melarang korban untuk menceritakan kepada siapapun.

“Sebenarnya korban pernah cerita apa yang dilakukan oleh ayah angkat tirinya pada lebaran kemarin ke ibu angkatnya. Cuma ibu angkat korban bingung, dan minta kepada korban untuk tidak cerita,” ungkapnya.

Baca Juga  Kasus Onani di Banyuwangi, Kuasa Hukum Minta Klientnya Harus Periksa Psikiater

Terkait pil dan ragi tape yang dibawa korban, berdasarkan pengakuan korban adalah permintaan dari pelaku.

“Agar korban rutin minum pil yang dibelikan dan minum ramuan ragi yang dicampur dengan laos parutan, alasannya untuk melancarkan haid,” ucapnya.

Pelaku sempat membawa korban di rumahnya. Diduga korban sengaja disembunyikan agar tidak bercerita kepada orang lain atas apa yang dialaminya.

“Korban sendiri oleh pelaku sempat disembunyikan dirumahnya di Harjomulyo, saya juga belum tau alasan pelaku membawa korban ke rumahnya di Harjomulyo,” imbuhnya.

Keluarga korban beberapa kali menanyakan keberadaan Bunga, namun selalu dijawab oleh terduga pelaku sedang bekerja memetik lombok.

“Dijawab jika korban bekerja memetik lombok (cabe) dirumahnya,” ucapnya.

Saat berita ini ditulis, korban sedang menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan, Perempuan, dan Anak (PPA) Satreskrim Mapolres Jember.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaLEMKAPI Berikan Penghargaan “Presisi Award” Kepada Dirlantas Polda Jatim
Berita berikutnyaCalbee Wings Luncurkan Japota Rasa Ayam Bawang dan Kenalkan Brand Ambassador Adipati Dolken

Tinggalkan Balasan